BERITAMAGELANG.ID - Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, sejumlah warga yang tinggal di sekitar obyek wisata Kedung Kayang di dusun Nagrong, Wonolelo, Kecamatan Sawangan, menggelar hajatan kenduri 1 Muharram 1442 H. Dalam acara ini, warga berdoa dan melakukan larung saji untuk keselamatan pengunjung dan pengelola.
"Kenduri kita laksanakan pas tanggal 1 Muharram (1 Syuro) pada Kamis (20/8/2020) kemarin," kata Surono, salah satu pengelola Kedung Kayang, Jumat (21/8/2020).
Ia mengatakan, kenduri dilaksanakan secara sederhana karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Warga yang terlibat hanya sekitar 15 orang saja. "Kalau biasanya lebih dari itu, namun kami tetap harus taat protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19," ucapnya.
Doa dan larung saji ini sudah menjadi tradisi obyek wisata yang dilaksanakan setiap 1 Muharram. Ritual itu menjadi adat yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan untuk kepentingan wisata. Warga memanjatkan rasa syukur dan memohon keselamatan untuk pengelola dan juga pengunjung.
Usai berdoa di sebuah pendopo yang ada di lokasi, warga kemudian turun ke sungai dengan membawa sesaji dan diletakkan di depan air terjun untuk di larung. Kegiatan ini untuk saling memberi manfaat antara manusia dengan alam.
@kominfomagelang 📊 Data akurat, pembangunan makin tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Bimtek Pelatihan Operator Data Desa Tahun 2026 untuk memperkuat kapasitas operator desa dalam menghasilkan data yang berkualitas, faktual, dan terintegrasi. Melalui pelatihan ini, para operator desa dibekali pemahaman dan keterampilan teknis sebagai bekal mendukung pendataan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, pembangunan, pelayanan publik, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran. Karena pembangunan yang baik selalu berawal dari data yang baik. 💪📈 #Magelang #Desa #Data #PelayananPublik ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar