BERITAMAGELANG.ID - Dalam semangat Hari Kartini, Kirana Nusantara Runaway of Women Empowerment diselenggarakan di kawasan Plataran Borobudur Resort & Spa, Kabupaten Magelang, Rabu (22/04/2026). Berada di kawasan yang berdekatan dengan Candi Borobudur, kegiatan ini menghadirkan ruang bagi perempuan untuk menunjukkan peran aktifnya dalam industri kreatif.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Plataran Indonesia ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan modernitas. Rangkaian acara seperti UMKM design contest, tenun workshop, hingga trunk show dari desainer ternama seperti Astuti Arinda, Philip Iswardono, dan Denny Wirawan, menghadirkan ekosistem kreatif yang tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga membangun jejaring dan transfer pengetahuan.
Co-Founder Plataran Indonesia, Dewi Makes, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momen refleksi tentang posisi dan peran perempuan Indonesia masa kini.
"Kegiatan ini kami jadikan fondasi untuk mendorong perempuan agar mampu bersinergi dan berkolaborasi, khususnya dalam industri kreatif," ujar Dewi.
Ia menambahkan, Plataran Indonesia secara konsisten berupaya menghubungkan para profesional dengan perajin lokal sebagai bentuk gerakan kolektif. Sinergi tersebut diyakini mampu mengangkat karya lokal ke tingkat yang lebih tinggi.
"Fokus kami adalah memberikan panggung bagi ibu-ibu UMKM di sekitar Plataran. Hari ini mereka berani tampil, menunjukkan integritas dan kerja kerasnya kepada dunia," kata Dewi.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan, hingga 2024 terdapat lebih dari 64 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan sekitar 60 persen di antaranya dikelola oleh perempuan. Angka ini menunjukkan perempuan memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi nasional, termasuk di sektor industri kreatif berbasis budaya seperti fesyen dan kerajinan.
Ketua Dekranasda Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji, menilai kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat posisi UMKM lokal, khususnya yang digerakkan oleh perempuan, agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. Ia menyoroti sektor industri kreatif, terutama fesyen dan kriya, memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"UMKM lokal hari ini diberikan panggung untuk menunjukkan kreativitasnya. Bahkan dari fashion show yang digelar, beberapa karya mulai dilirik oleh desainer ternama. Ini tentu menjadi peluang besar bagi mereka untuk berkembang lebih jauh," ungkap Dian.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi UMKM saat ini tidak hanya pada produksi, tetapi juga peningkatan kualitas desain, branding, serta akses pasar. Oleh karena itu, Dekranasda Kabupaten Magelang terus berupaya mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas melalui pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Sebagai Ketua Dekranasda, kami berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM industri kreatif agar tidak berhenti berinovasi. Upgrade ilmu itu penting, baik dari sisi desain, tren pasar, hingga strategi pemasaran digital," tambah Dian.
Salah satu sorotan dalam acara tersebut adalah keberhasilan Siska Nur Any, pemenang Design Contest Runaway of Women Empowerment melalui karya bertajuk Kirana Ecoprint Borobudur. Baginya, kemenangan ini bukan sekadar prestasi, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh.
"Acara Ini menjadi tolak ukur untuk terus lebih kreatif dan membawa ecoprint Borobudur semakin dikenal dunia. Apalagi tadi banyak tamu dari nasional hingga internasional," ujar Siska.
Namun, Siska juga menambahkan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam hal desain dan pemasaran. Ia berharap adanya wadah dan pendampingan yang lebih terstruktur dari pemerintah daerah.
"Kami butuh fasilitasi, terutama untuk bisa masuk ke level nasional dan internasional. Tapi di sisi lain, pelaku UMKM juga harus punya semangat berkembang, membangun jaringan, dan tidak hanya bergantung pada bantuan," lanjutnya.
Ia menambahkan kesempatan ini mendorong perempuan dalam industri kreatif, sekaligus bukti bahwa dari kawasan Borobudur, karya-karya lokal mampu menembus batas geografis. Di tangan para perempuan, warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diolah menjadi kekuatan ekonomi yang relevan dengan zaman.
0 Komentar