Pemugaran Candi Losari Temukan Arca dan Peripih

Dilihat 32 kali
Tim juru pugar menemukan dua blok arca Dewa Surya di sela pemugaran Candi Losari.

BERITAMAGELANG.ID - Proses pemugaran Candi Losari di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang diwarnai dengan temuan arkeologis berupa arca dan peripih yang selama ini tersembunyi di dalam struktur candi. Temuan ini muncul saat tim juru pugar membongkar lapisan bangunan hingga bagian terdalam.

Juru pugar, Restu Hidayat menjelaskan, dua blok arca ditemukan dalam posisi tertanam di bawah lantai candi, sekitar tiga lapis dari permukaan. Penemuan itu terjadi ketika tim bekerja hingga lapisan ke-9 dalam proses pembongkaran.

"Setelah arca ditemukan, penggalian dilanjutkan sampai tanah asli dan kami menemukan kotak peripih," kata Restu di lokasi, Kamis (4/6/2026).

Peripih merupakan wadah ritual yang lazim ditempatkan di inti bangunan candi sebagai simbol sakral. Namun, kondisi peripih yang ditemukan di Candi Losari tidak lagi utuh. Bagian penutupnya terpisah dari wadah utama.

Di dalamnya, tim menemukan lempengan logam berwarna kekuningan berukuran kecil, sekitar satu hingga 1,5 cm persegi dengan ketebalan sangat tipis. Hingga kini, material tersebut belum dapat dipastikan sebagai emas karena masih menunggu pengujian laboratorium.

"Untuk sementara kami sebut logam berwarna kekuningan, karena belum diuji secara ilmiah," ujar penanggung jawab rekonstruksi, Junawan.

Dia menambahkan, posisi penutup peripih yang terpisah mengindikasikan adanya campur tangan manusia pada masa lampau. Meski demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan bentuk intervensi tersebut.

Penemuan arca kali ini melengkapi hasil ekskavasi sebelumnya yang menemukan tiga arca dengan bentuk serupa. Secara keseluruhan, arca-arca tersebut memiliki karakteristik yang sama dan diduga merepresentasikan Dewa Surya dalam tradisi Hindu, dengan perbedaan ukuran yang sangat tipis.

Tim memperkirakan jumlah arca dalam satu kesatuan struktur mencapai delapan blok. Namun hingga kini, baru lima arca yang berhasil ditemukan, sementara sisanya belum dapat dipastikan keberadaannya.

Seluruh temuan terbaru, termasuk arca dan peripih, telah diamankan di kantor Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X guna menjaga keamanan dan mendukung proses penelitian lebih lanjut.

Candi Losari sendiri dikenal sebagai situs unik karena sebagian besar strukturnya berada di bawah permukaan tanah. Kondisi ini diduga akibat tertimbun material erupsi Gunung Merapi pada masa lalu.

Junawan menambahkan, pemugaran yang dimulai sejak Februari 2026 ditargetkan mencapai lapisan ke-14 hingga Oktober 2026. Tahap awal ini difokuskan pada penyusunan bagian kaki dan sebagian tubuh bawah candi.

"Bentuk utuh candi belum akan terlihat pada tahap ini karena prosesnya bertahap dan berlanjut ke tahap berikutnya," jelas Junawan.

Setelah tahap pertama selesai, tim berencana melanjutkan ekskavasi di sisi barat dan selatan. Area tersebut diduga masih menyimpan struktur tambahan yang tertimbun, termasuk kemungkinan keberadaan candi perwara sebagai bagian dari kompleks percandian.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang