Borobudur Moon Serap Donasi 120 Juta Rupiah untuk Korban Banjir Sumatera

Dilihat 99 kali
Fashion Show Ecoprint yang menampilkan karya dari empat desainer di Borobudur Moon.

BERITAMAGELANG.ID - Kawasan Marga Utama Candi Borobudur menjadi saksi bisu perpaduan harmoni antara seni, kepedulian sosial, dan spiritualitas pada malam pergantian tahun. Gelaran Borobudur Moon edisi ketiga resmi diselenggarakan, Rabu (31/12) dengan mengusung misi kemanusiaan, yaitu penggalangan dana untuk bencana di Aceh dan Sumatera.


Acara yang terbuka untuk umum dan gratis ini berhasil menyedot antusiasme ribuan masyarakat Magelang dan sekitarnya. Tidak hanya sekadar perayaan, Borobudur Moon kali ini berkolaborasi unik dengan para perajin wastra ramah lingkungan.


Salah satu sorotan utama malam itu adalah Fashion Show Ecoprint yang menampilkan karya dari empat desainer ternama di bawah naungan Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) Kedu Raya. Keempat desainer tersebut adalah Ita Sarifah (Corak Alam), Hesti Nugraheni (H&T), Indah Puji Hartatik (Dhipa Hendycraft), dan Novi Mitayani (Arumita Ecoprint).


Ita Sarifah, selaku Ketua AEPI Kedu Raya sekaligus penanggung jawab acara fesyen menegaskan keterlibatan mereka bukan sekadar unjuk karya.


"Total keuntungan sebesar 50 persen dari penjualan produk di Borobudur Moon akan langsung kami transfer ke rekening Baznas untuk donasi bencana di Aceh dan Sumatera," tegas Ita.


Secara visual, koleksi yang ditampilkan mengangkat tema mendalam yakni "Relief Candi Borobudur". Koleksi ini menceritakan perjalanan budaya menuju tingkat spiritualitas tertinggi. Motif-motifnya pun dirancang khusus mencerminkan cahaya bulan purnama, dengan dominasi warna biru dan putih sebagai simbol kesucian.


Ketua Penyelenggara Borobudur Moon, Hani Sutrisno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Magelang, PT Taman Wisata Candi Borobudur, dan Museum Cagar Budaya Unit Borobudur yang telah mendukung keberlangsungan acara ini.


"Harapan kami Borobudur Moon bisa terus berjalan secara berkelanjutan (sustainable). Ini adalah wadah di mana masyarakat bisa menikmati event berkualitas di kawasan Candi Borobudur secara gratis," ujar Hani.


Puncak haru terjadi saat sesi penyerahan donasi. Berkat antusiasme pengunjung dan kolaborasi para donatur, total dana yang terkumpul mencapai Rp120.683.762. Dana tersebut diserahkan langsung kepada pihak Baznas untuk segera disalurkan ke wilayah terdampak bencana.


Berbeda dengan perayaan tahun baru pada umumnya, Borobudur Moon menghadirkan suasana khidmat melalui doa lintas agama. Sesuai dengan imbauan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk menjaga ketenangan dan keamanan, tidak ada letusan petasan maupun kembang api di kawasan tersebut.


Sebagai gantinya, malam puncak ditandai dengan pelepasan balon ke angkasa sebagai simbol harapan baru di tahun mendatang. Acara ini membuktikan perayaan tahun baru dapat dikemas menjadi momentum yang edukatif, ramah lingkungan, dan penuh empati.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar