Operasi Ketupat Zebra Candi Jamin Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

Dilihat 25 kali
Iptu Sumijati dan Aipda Himawan saat menjadi narasumber dalam program Talkshow Jamus Gemilang yang dilaksanakan di LPPL Radio Gemilang FM, Selasa (10/3).

BERITAMAGELANG.ID - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Magelang akan menggelar Operasi Ketupat Zebra Candi 2026 selama 17 hari, mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idulfitri melalui tema utama "Mudik Aman, Keluarga Bahagia".

Hal tersebut diungkapkan Kanit Kamsel Satlantas Polresta Magelang, Iptu Sumijati, saat menjadi narasumber dalam program Talkshow Jamus Gemilang, di LPPL Radio Gemilang FM, Selasa (10/3).

Iptu Sumijati menjelaskan, sebelum operasi kemanusiaan ini dimulai, pihaknya akan melaksanakan Apel Gelar Pasukan pada 12 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta koordinasi lintas sektoral dengan Dinas Perhubungan, DPU, dan Dinas Kesehatan.

"Fokus kami adalah pelayanan. Kami telah berkoordinasi melalui forum lalu lintas untuk memastikan perbaikan jalan yang berlubang dan pemenuhan penerangan jalan umum (PJU) selesai sebelum masa mudik dimulai, agar masyarakat tidak terhambat oleh faktor infrastruktur," jelas Iptu Umy, sapaan akrabnya.

Polda Jawa Tengah kembali menghadirkan inovasi Valet Ride yang tersedia mulai 13 hingga 19 Maret 2026. Program gratis ini memfasilitasi pemudik sepeda motor untuk naik bus AC, sementara kendaraan mereka diangkut menggunakan truk guna meminimalisir kecelakaan akibat kelelahan. 

"Untuk dapat mengikuti program tersebut, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui pemindaian barcode yang tersebar di media sosial resmi Polri," lanjut Iptu Umy.

Selain itu, kepolisian meluncurkan aplikasi SIPOLAN (Sistem Informasi Polisi Lalu Lintas) yang memberikan informasi real-time mengenai lokasi pos pengamanan, pos pelayanan, hingga ketersediaan SPBU.

Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Magelang, Aipda Himawan menambahkan, untuk antisipasi kemacetan dan larangan truk, Kasubnit Kamsel Satlantas Polresta Magelang sudah memetakan titik-titik krusial yang diprediksi mengalami kepadatan, di antaranya simpang Artos, kawasan Mertoyudan, hingga jalur Muntilan. 

Untuk mengurangi beban volume kendaraan, pemerintah melalui SKB Tiga Menteri secara resmi melarang operasional kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih selama masa operasi berlangsung.

"Kami sudah mengumpulkan para pengusaha angkutan dan sopir. Kesepakatannya jelas, kendaraan sumbu tiga dilarang beroperasi pada tanggal yang telah ditetapkan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik," tegas Aipda Himawan.

Respon Cepat 110 Polresta Magelang juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 yang aktif 24 jam. Layanan ini menjamin respon cepat (quick response) terhadap laporan kecelakaan maupun gangguan keamanan lainnya dengan kerahasiaan identitas pelapor yang terjamin.

Meskipun bersifat operasi kemanusiaan, petugas tetap akan menindak tegas pelanggaran kasat mata yang membahayakan, termasuk penggunaan knalpot tidak standar (brong) yang kerap meresahkan warga saat malam takbiran.

"Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kondisi fisik dan menghindari microsleep dengan memanfaatkan pos-pos pelayanan yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik Magelang," tutupnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar