Pasar Klitikan, Ajang Nostalgia Penggemar Barang Antik

Dilihat 11132 kali
BARANG JADUL. Pasar Klitikan pada acara Kopdar Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, karena pasar tersebut menghadirkan barang-barang tempo dulu.

BERITAMAGELANG.ID - Seorang anak sekitar usia SD bersama orang tuanya, menunjuk sebuah mesin ketik. Anehnya, anak tersebut tampak asing bahkan tidak tahu nama alat tersebut. 

Lain lagi dengan segerombolan anak usia SMP yang mencoba menyelipkan selembar kertas pada mesin ketik tersebut. Ketika jari-jemari menyentuh panel huruf dan menorehkan tulisan pada selembar kertas tersebut, anak-anak itu tampak gembira saat mesin ketiknya bekerja dengan baik. Bisa jadi karena anak-anak generasi milenial lebih akrab dengan peralatan digital, ketimbang alat analog dan manual zaman dulu. 

Fenomena di atas betul-betul terjadi pada Pasar Klitikan yang merupakan bagian dari acara Kopdar Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) di Lapangan Desa Donorojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu (20-21/10). 

Acara tersebut diikuti oleh onthelis atau penggemar sepeda onthel dari berbagai daerah di Indonesia, begitu pula dengan para pedagang Klitikan selain dari lokal Jawa Tengah dan DIY, juga ada yang berasal dari Ngawi dan Jember Jawa Timur. 

"Seperti satu paket, dimana ada acara onthel, selalu ada pasar klitikan. 

Para pedagang klitikan menyewa stand dari panitia untuk menggelar barang dagangannya," ucap panitia Koordinator Pasar Klitikan, Radix Andreas. 

Menurut Radix, adanya pasar klitikan tersebut, selain memanjakan para pemburu barang antik dan lawasan, juga bisa sebagai sarana edukasi kepada pengunjung yang datang. 

Mulai dari perlengkapan pernak pernik sepeda onthel, kamera lawas, pesawat telepon putar jadul, mesin ketik, televisi hitam putih, radio kuno, kaset pita, jam antik dan lain sebagainya. 

"Semacam pameran tempo dulu, meskipun semuanya bekas karena barang antik jadulan sudah tidak diproduksi pabrik. Maka banyak yang senang, untuk menambah pengetahuan bagi generasi muda, atau untuk sekedar bernostalgia bagi generasi tua," papar Radix. 

Barang antik bisa dimanfaatkan sebagai koleksi, pajangan untuk menambah suasana klasik pada ruangan, atau sebagai investasi karena harganya berpotensi naik bila dijual kembali.

Dalam acara Kopdar Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), tersebut pada Minggu (21/10) juga dilaksanakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Cuci Tangan Pakai Sabun serta senam masal. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang