BERITAMAGELANG.ID - Aplikasi Sistem Kebencanaan Kabupaten (SIKK) Magelang, masuk 20 besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Jawa Tengah. Aplikasi yang juga dikenal dengan nama Pancen Asikk tersebut bisa didownload di Google Playstore dari perangkat Android.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan, aplikasi Pancen ASIKK di bawah pengembangan BPBD Kabupaten Magelang sejak 2017.
"Aplikasi ini bisa didownload dan tentunya masyarakat dapat memantau wilayah di Kabupaten Magelang yang rawan bencana.
Termasuk daerah mana yang pernah terjadi bencana beserta penangannya. Sejak 2017 aplikasi tersebut terus kami kembangkan," ucap Edy, Selasa (16/8) di sela kunjungan penilaian Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Kantor BPBD Kabupaten Magelang.
Dalam kesempatan tersebut, Tim juri penilai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, Slamet Santoso yang merupakan Dosen FISIP Universitas Diponegoro mengatakan, penilaian tersebut dalam rangka 20 menuju ke 10 besar.
"Saat ini Aplikasi SIKK masuk dalam 20 besar, dan sedang dalam penilaian maju ke 10 besar.
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Jateng, diawali dengan pengajuan 107 proposal, kemudian dinilai menjadi 40 besar, dilanjutkan 20 besar dan saat ini menuju ke 10 besar," papar Slamet.
Juri lainnya, Suprihadi, Dosen UKSW Fakultas Teknologi Informasi menuturkan, penilaian dilakukan sejak 5 sampai 12 Agustus 2019.
"Tim juri yang meninjau ke lokasi dengan unsur juri independen dan Biro Organisasi Sekda Provinsi Jateng," tutur Suprihadi.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar