BERITAMAGELANG.ID - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Rabu (26/6).
Dalam keterangannya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menyebutkan guguran awan panas terjadi pada pukul 06.05 WIB.
"Jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.350 meter. Luncuran awan panas guguran ini mengarah ke Kali Gendol," ungkap Hanik.
Hanik menyebutkan, guguran kali ini juga terekam di seismograf.
"Awan panas guguran tersebut, tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 136 detik," paparnya.
Saat guguran terjadi cuaca sekitar Gunung Merapi cerah, sehingga secara visual aktivitas tersebut dapat dilihat oleh warga wilayah Yogyakarta.
Sejak 21 Mei 2018 hingga saat ini BPPTKG masih menetapkan satus Gunung Merapi di level 2 atau Waspada. Rekomendasi area bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar