Dinas Pendidikan Dorong Pengembangan Anak Usia Dini Secara Holistik Integratif

Dilihat 4490 kali
BERITAMAGELANG.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang mendorong PAUD meningkatkan kompetensi melalui Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas penyelenggaraan PAUD HI secara online, Senin (2/11/2020). Hal ini sebagai salah satu gugus tugas pengembangan anak usia dini holistik integratif.

Bunda PAUD Kabupaten Magelang, Christanti Zaenal Arifin mengatakan, dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang pengembangan anak usia dini holistik integratif disebutkan ada empat tujuan dasarnya yakni, terpenuhinya kebutuhan esensial anak usia dini, terlindunginya anak dari kekerasan, penelantaran, perlakuan yang salah, eksploitasi di manapun anak berada, terselenggaranya pelayanan anak usia dini, dan terwujudnya komitmen seluruh unsur terkait yaitu, orang tua, keluarga, masyarakat, serta pemerintah pusat dan daerah.

"Untuk mewujudkan itu semua, pemerintah telah merancang program pengembangan anak usia dini yang holistik integratif. Artinya peran PAUD tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi menyeluruh di berbagai aspek. Mulai dari kesejahteraan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, dan perlindungan,” kata Christanti saat memberikan arahan Bimtek.

Strategi pengembangan anak usia dini holistik integratif yang diterapkan di Kabupaten Magelang sendiri meliputi, penguatan dan penyelarasan landasan hukum, peningkatan advokasi, komitmen, koordinasi, dan kerjasama antar perangkat daerah terkait, lembaga penyelenggara layanan, dunia usaha, dan organisasi terkait. Sementara saat ini Kabupaten Magelang telah memiliki 1.282 PAUD HI yang tersebar di 21 kecamatan, dengan 889 PAUD yang telah tervalidasi.

"Kami mendorong terus agar proses dan aktivitas pembelajaran PAUD HI dilakukan secara simultan dan berkesinambungan yang mencakup enam aspek perkembangan yaitu, nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni," ungkapnya.

Menurutnya, peran orang tua bukan hanya menjadikan anak cerdas dan pintar, namun bagaimana menjadikan anak-anak berakhlakul karimah yang secara karakter bukan hanya mampu membantu dirinya sendiri dan keluarga, tetapi juga bisa membantu orang lain di sekelilingnya.

Keluarga juga sangat berperan sangat penting dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi anak. Budaya hidup sehat dalam keluarga akan mampu mengurangi resiko tertularnya Covid-19 di masa Pandemi sekarang ini.

Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin menjelaskan kegiatan Bimtek bertujuan untuk  kompetensi dan kapasitas para kepala sekolah PAUD serta diharapkan mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang lebih kreatif di tengah masa Pandemi Covid-19.

Mengacu pada regulasi yang ada, di tengah pandemi Covid-19 pembelajaran harus tetap berjalan, baik melalui daring, luring, ataupun semi luring. Sementara untuk tingkat PAUD memang memiliki tantangan tersendiri dimana anak-anak belum mengenal alat. Oleh karena itu, peran serta orang tua sangat diperlukan.

"Peran aktif orang tua memang sangat diperlukan bagi tingkat PAUD apalagi di masa pandemi sekarang ini. Materi bisa saja dari guru diberikan, tetapi yang memberikan pengawasan dan pembelajaran secara langsung tetap dari orang tua," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang