Diversifikasi Tanaman Jadi Langkah Strategis Petani Magelang Hadapi Dinamika Pertanian

Dilihat 30 kali
Tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Magelang dengan lahan yang berkurang

BERITAMAGELANG.ID - Dalam kurun waktu empat tahun terakhir luas lahan tembakau di wilayah Kabupaten Magelang menurun signifikan hingga 50 persen. Sejumlah faktor menjadi penyebab petani beralih ke tanaman lain.


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan mengatakan pada tahun 2021 lalu luas lahan tembakau berada di kisaran 6.000 hektare dan di akhir tahun 2025 lalu, berada di kisaran 2.500 hingga 3.000 hektare. Persentase luas lahan tembakau jika tahun 2025 lalu dibandingkan empat tahun silam mencapai 50 persen.


"Penurunan luas tanaman tembakau di Kabupaten Magelang tersebut dipengaruhi beberapa faktor," kata Romza di sela-sela acara kajian dari Muhammadiyah Tobacco Control Center ( MTTC) Universitas Muhammadiyah Magelang, Kamis (17/6/2026).


Romza mengatakan, faktor penyebab menurunnya lahan tembakau di Kabupaten Magelang, disebabkan perubahan iklim global. Ini terkait ketidakpastian curah hujan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman tembakau.


Menurut dia, curah hujan yang tidak pasti tersebut sangat berpengaruh terhadap produksi tembakau. Sehingga, banyak petani tembakau beralih ke komoditas tanaman lainnya.


Selain itu, tata niaga pasar yang terkait harga tembakau yang tidak stabil, juga menjadi persoalan bagi para petani sehingga melakukan diservasi tanaman. Hal itu membuat para petani tembakau tidak sepenuhnya tergantung pada tembakau, melainkan menaman komoditas tanaman di sela-sela tanaman tembakau.


"Faktor harga tembakau juga menjadi permasalahan bagi para petani dibandingkan dengan komoditas kompetitor lainnya. Seperti cabai, dan komoditas hortikultura lainnya yang menjadi pertimbangan petani untuk menanam tembakau atau komoditas lainnya," jelas Romza.


Ia menambahkan, untuk wilayah Kabupaten Magelang, sebaran lahan tanaman tembakau berada di dua letak geografis yang berbeda. Yakni di dataran tinggi yang ada di lereng Gunung Merbabu dan Sumbing dan di dataran rendah di wilayah Kecamatan Salam dan Ngluwar.


Salah satu petani tembakau di Kecamatan Windusari, Istanto mengatakan, beberapa petani di Kecamatan Windusari telah melakukan diversifikasi lahan tembakau sejak 2013. Yakni, selain menanam tembakau di saat musim kemarau, dengan tanaman ubi jalar hingga sekarang.


"Penyebabnya selain faktor cuaca yang tidak menentu, juga masalah penjualan tembakau yang menggunakan sistem pasar tunggal. Penjualan tembakau semata-mata tergantung pada satu orang saja dan petani tidak bisa menentukan menjual ke beberapa orang," katanya.


Ia menambahkan, selain melakukan diversifikasi lahan dengan tanaman ubi jalar, para petani tembakau di Windusari juga menanam tanaman kopi, bawang merah, dan bawang putih.


Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center ( MTTC) Universitas Muhammadiyah Magelang, Retno Rusdjijati mengatakan, diskusi bertema "Membangun Dialog tentang Masa Depan Petani Tembakau, Kesehatan Masyarakat dan Kebijakan Pengendalian Tembakau" ini bertujuan menyampaikan hasil kajian MTCC Unimma terkait kondisi petani tembakau. Hasil kajian tersebut akan digunakan unutk menentukan strategi yang tepat untuk menolak intervensi industri rokok terhadap petani tembakau.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bukan cuma rapat di dalam ruangan, tapi langsung cek ke lapangan! 👏 Ketua TP PKK Kabupaten Magelang bersama jajaran meninjau berbagai program unggulan di Desa Daleman Kidul dan Jambewangi, Kecamatan Pakis. Dari bank sampah, UMKM keluarga, hingga ketahanan pangan, semua bergerak bersama untuk desa yang makin maju. 🌱✨ #Magelang #TPPKK #DesaHebat #KetahananPangan #BankSampah ♬ original sound - kominfomagelang