BPBD dan Polres Magelang Dropping Air Bersih Andum Tirto

Dilihat 2196 kali
Masyarakat Dusun Sembungan Desa Kembanglimus Borobudur menerima bantuan air bersih dari BPBD dan Polres Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Polres Magelang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melaksanakan dropping air bersih di Dusun Sembungan Desa Kembanglimus Borobudur, Selasa (13/8).


Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Magelang, Supranowo mengatakan, untuk desa yang mengalami krisis air bersih, pihak BPBD melakukan dropping air bersih dalam dua tiga hari sekali.


"Agustus ini awal dari musim kemarau, prediksi kekeringan hingga September, menurut BMKG. 


Untuk dropping air bersih sepanjang ada permintaan dari desa atau memperhatikan kebutuhan desa, per desa dua tiga hari sekali. Lebih cepat ada penampungan air. Dan kami membawa truk tangki 5.000 liter per titik dropping," ujar Supranowo.


Kegiatan yang dikemas dalam program Andum Tirto tersebut juga sekaligus dalam rangka menyambut HUT Polwan ke 71.


"Program Andum Tirto atau berbagi air bersih ini sesuai dengan permintaan masyarakat, dimana Kepala Desa bisa mengajukan permohonan di Polres Magelang untuk bantuan air bersih," ungkap Kabag Perencanaan Polres Magelang, Kompol Sumaryati.


Dalam kesempatan tersebut, Kades Kembanglimus, Iswoyo didampingi Kasi Pemerintahan Desa Kembanglimus, Sunaryo, mengatakan, di Desa Kembanglimus terdapat tujuh dusun, dan yang paling parah mengalami kekeringan adalah Dusun Sembungan, Dusun Wonotigo dan Dusun Gombong.


"Biasanya saat musim hujan masyarakat Dusun Sembungan mengandalkan mata air dari Dusun Bogelan, namun saat kemarau air sumber mata air surut.


Kami mewakili warga ucapkan terima kasih atas bantuan air bersih ini, yang memang dilakukan setiap tahun di musim kemarau," tutur Iswoyo.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang