BERITAMAGELANG.ID - Kebijakan efisiensi belanja pemerintah serta dinamika fiskal nasional turut mempengaruhi ruang fiskal daerah yang semakin terbatas. Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya pulih, juga berdampak terhadap pertumbuhan beberapa sektor usaha yang selama ini menjadi sumber penerimaan pajak daerah.
Menengok kondisi tersebut, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), utamanya OPD penghasil untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal dan menjaga keberlanjutan pembangunan Kabupaten Magelang.
Menurutnya, kemandirian fiskal bukan semata-mata diukur dari besarnya PAD, melainkan dari kemampuan daerah dalam membangun sistem pengelolaan pendapatan yang sehat, berkelanjutan, transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Saya meminta setiap perangkat daerah untuk menghadirkan inovasi yang konkret, terukur, dan berorientasi pada hasil. Tidak cukup hanya menjalankan rutinitas pemungutan, tetapi juga harus mampu menggali potensi baru," pesan Grengseng Pamuji saat memberikan arahan pada kegiatan High Level Meeting Optimalisasi PAD dan ETPD Tahun 2026, di Ruang Cemara, Grand Artos Hotel Magelang, Rabu (1/7/2026).
Pada 2025, target pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp2,749 triliun, dengan realisasi mencapai Rp2,773 triliun atau 100,88 persen. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah berhasil direalisasikan sebesar Rp713,530 miliar dari target Rp648,525 miliar atau 110,02 persen. Kontribusi PAD terhadap Total Pendapatan Daerah mencapai 25,72 persen, sedangkan selebihnya merupakan Dana Transfer Pemerintah Pusat.
Bupati mengatakan, keberhasilan peningkatan Pendapatan Asli Daerah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah penghasil harus menjadi bagian dari solusi.
Perlu dipahami, setiap peningkatan pendapatan daerah pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, pelayanan publik yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, M. Taufiq Hidayat Yahya turut memaparkan rencana pengembangan inovasi TRISULA PAD (Transformasi Integrasi dan Sinergi Data Usaha untuk Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah).
M. Taufiq menjelaskan, inovasi ini akan mengintegrasikan data lintas perangkat daerah, seperti data perizinan OSS, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan data perpajakan daerah dalam satu sistem yang terhubung untuk mendukung pendataan, pengawasan, serta penggalian potensi pajak daerah secara lebih akurat, efektif, dan berkelanjutan.
"Melalui TRISULA PAD diharapkan sinergi antarperangkat daerah semakin kuat sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Magelang," paparnya.
Taufiq turut melaporkan, rapat koordinasi ini diselenggarakan dengan latar belakang kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Kebutuhan pendanaan pembangunan terus meningkat seiring tuntutan pelayanan publik yang semakin berkualitas. Di samping itu, kebijakan fiskal nasional berdampak pada semakin pentingnya upaya peningkatan PAD sebagai sumber pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan.
"Kondisi tersebut menuntut adanya perubahan cara pandang bahwa optimalisasi pendapatan daerah bukan hanya menjadi tugas perangkat daerah tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh perangkat daerah sesuai kewenangan, potensi, dan layanan yang dimiliki," pesannya.
Forum ini juga diharapkan menjadi ruang diskusi yang produktif, menghasilkan gagasan-gagasan inovatif, serta melahirkan komitmen bersama yang dapat diimplementasikan secara nyata oleh seluruh perangkat daerah.
Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk membangun komitmen bersama dalam meningkatkan PAD melalui intensifikasi, ekstensifikasi, digitalisasi, dan inovasi pelayanan.
Kemudian implementasi Peta Jalan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai upaya mewujudkan tata kelola pendapatan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
"Kegiatan ini untuk mendorong setiap OPD penghasil untuk menyusun inovasi dan rencana aksi dalam menggali potensi pendapatan sesuai tugas dan fungsinya serta memperkuat sinergi lintas perangkat daerah guna meningkatkan kapasitas fiskal menuju Kabupaten Magelang yang lebih mandiri," terangnya.
0 Komentar