BERITAMAGELANG.ID - Memperingati malam bulan purnama 15 Suro penanggalan Jawa, ratusan warga dari berbagai daerah mengikuti Kirab Pusaka Nusantara di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Selasa (30/6/2026) malam.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebudayaan, mulai dari Masyarakat Adat Nusantara (Matra), budayawan, seniman, tokoh agama, paguyuban kepala desa, Forkopimcam, hingga masyarakat desa di sekitar kawasan Borobudur.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, acara malam Suro ini menjadi salah satu langkah spiritual yang dibangun untuk mensakralkan kembali Borobudur. Mengingat bulan Sura merupakan malam refleksi spiritual yang luar biasa sakral, diharapkan bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Magelang
"Tentu kami melihatnya bagaimana ini nanti bisa memberikan efek kecepatan, bahwa Borobudur itu seyogyanya bisa menghidupi masyarakat Borobudur," kata Grengseng yang hadir secara langsung dalam prosesi tersebut.
Grengseng berharap Kirab Pusaka Nusantara ini menjadi ruang doa kebaikan sekaligus upaya melestarikan peninggalan leluhur.
Bupati berharap kegiatan Kirab pusaka Nusantara ini digelar setiap tahun, masuk kalender event wisata sehingga mampu menggerakan ekonomi masyarakat Borobudur khususnya, dan Kabupaten Magelang pada umumnya.
"Harapan saya ke depan, monggo ini dijadikan calendar event. Kami dari Pemerintah Kabupaten Magelang terbuka dengan inovasi, kreativitas, ide-ide yang mungkin menjadi harapan dan solusi bagi perkembangannya wilayah Borobudur khususnya," pesan Bupati.
Penasehat Matra Jawa Tengah, Nuryanto Ki Ajar Singodikoro mengatakan, kegiatan kirab Pusaka Nusantara ini merupakan bagian dari calendar event Kabupaten Magelang yang sudah ditetapkan di tahun 2005 kemarin.
Selain melestarikan adat budaya warisan luhur di bidang budaya dan spiritual, momen ini juga menjadi ruang merawat keris pusaka lain yang dibawa peserta dari berbagai daerah. Rencana setiap tahun akan digelar dengan konsep yang lebih meriah dan lebih unik.
"Alhamdulillah kami dapat dawuh untuk mensukseskan mengisi calendar event ini. Itu harapannya juga akan ada pergerakan ekonomi, karena yang ikut juga dari Jakarta, dari Bali bisa nginep (menginap)," jelas Nuryanto.
Pada peringatan Tahun Baru Jawa 1 Suro (13 Juni 2026), Matra mengawali dengan prosesi ritual umbul doa dan jamasan pusaka di Omah Mbudur, Rumah Dinas Bupati Magelang, dan tempat lain seperti sanggar-sanggar budaya dan komunitas secara mandiri maupun kelompok.
Menurut Nuryanto, kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dan Matra juga menggelar ritual larungan di Pantai Parangkusumo Yogyakarta dan umbul doa di Puncak Suroloyo Sleman. Sedangkan pada tanggal 1 sampai tanggal 15 Sura atau Selasa (30/6/2026) digelar ritual Purnama Sidi yakni kirab pusaka mengelilingi Candi Borobudur.
Rencananya prosesi Suran akan dilanjut dengan Labuan di Merapi dan Tutup Suran di akhir bulan dengan kembul doa bersama.
"Filosofi atau makna yang kami sisipkan di sini adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga pusaka warisan budaya dunia, dan turut memberi warna pada kegiatan-kegiatan yang diharapkan ada nilai-nilai yang bisa diambil, manfaat yang bisa dimanfaatkan dan berkah yang diharapkan," pungkasnya.
@kominfomagelang 📊 Data akurat, pembangunan makin tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Bimtek Pelatihan Operator Data Desa Tahun 2026 untuk memperkuat kapasitas operator desa dalam menghasilkan data yang berkualitas, faktual, dan terintegrasi. Melalui pelatihan ini, para operator desa dibekali pemahaman dan keterampilan teknis sebagai bekal mendukung pendataan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, pembangunan, pelayanan publik, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran. Karena pembangunan yang baik selalu berawal dari data yang baik. 💪📈 #Magelang #Desa #Data #PelayananPublik ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar