Erupsi Merapi, Tinggi Awan Panas 3.000 Meter

Dilihat 3060 kali
Erupsi Gunung Merapi Senin (14/10)

BERITAMAGELANG.ID - Erupsi Gunung Merapi disertai awan panas kembali terjadi pada Senin (14/10) sore. Letusan tersebut sekiranya terjadi pada pukul 16.30 WIB.

Dalam akun resminya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG) melaporkan letusan awan panas terpantau mencapai tinggi 3.000 meter dari puncak Merapi.

Durasi awan panas tersebut mencapai 270 detik dan amplitudo 75 milimeter.

Sementara itu, petugas di Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Purwoko mengungkapkan, secara visual Merapi tidak terlihat saat erupsi terjadi.

"Cuaca sekitar lereng barat Gunung Merapi terpantau berawan mendung, saat letusan tidak terlihat," kata Purwoko.

Menurutnya, erupsi hanya teramati dari kamera CCTV di wilayah puncak serta dari hasil rekaman seismograf.

"Seismograf berwarna merah menandai rekaman sempat over skill (menimbulkan suara sangat keras)," lanjutnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengungkapkan sebagian wilayah di Kabupaten Magelang diguyur hujan abu vulkanik disertai butiran pasir.

"Hujan abu vulkanik beberapa desa di wilayah Kecamatan Muntilan, Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan dan Mungkid," ungkap Edi.

BPBD Kabupaten Magelang saat ini terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak BPPTKG.

"Selain berkoordinasi dengan pihak BPPTKG kita juga melakukan kaji cepat ke wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III," pungkasnya.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih di level dua, yakni waspada dengan jarak aman untuk aktivitas masyarakat pada radius tiga kilometer dari puncak.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang