Kelas Belajar Humas dan Launching Simpatik, Pemkab Magelang Hadirkan Informasi Publik Berkualitas

Dilihat 34 kali
Anggota DPRD Komisi III, Bintang Adi Taruna menyampaikan tentang transparansi informasi

BERITAMAGELANG.ID - Peningkatan kapasitas kehumasan di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bukan lagi sekadar pelatihan rutin, melainkan langkah strategis pemerintah untuk memberikan hak informasi yang berkualitas bagi masyarakat. Melalui pengelolaan humas yang baik, masyarakat dapat menerima informasi kinerja pemerintah secara akurat, transparan, dan edukatif, sekaligus terhindar dari paparan hoaks atau disinformasi di media sosial.

Hal tersebut menjadi tujuan Kelas Belajar Humas Seri II Kabupaten Magelang bertema "From Activity to Story: Bikin Kinerja OPD Layak Dibaca". Pelatihan ini menjadi pembangkit bagi para humas OPD untuk mengubah laporan rutinitas birokrasi menjadi produk informasi yang menarik dan menyentuh langsung kepentingan publik.

Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, dalam sambutannya di Command Center Pusaka Gemilang, Kamis (18/6/2026) menegaskan, di tengah derasnya arus digitalisasi, humas adalah garda terdepan pembentuk citra positif daerah. Hasil dari pelatihan ini harus berdampak nyata pada pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat.

"Pelatihan ini merupakan langkah strategis meningkatkan kapasitas kontributor humas. Hasilnya tidak boleh berhenti di ruang kelas. Setelah ini, peserta harus lebih aktif mengirimkan berita dan foto kegiatan instansinya ke kanal resmi beritamagelang.id dan magelangkab.go.id agar masyarakat tahu apa saja yang sudah dikerjakan pemerintah," tegas David sekaligus membuka acara secara resmi.

David juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta narasumber dari Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Kementerian Komdigi dan LKBN Antara Jawa Tengah.

Kelas Belajar Humas Seri II menghadirkan pembekalan teknik jurnalistik praktis. Dosen Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Diyah Ayu mengupas tuntas teknik menulis berita pemerintahan agar tetap akuntabel namun memikat.

"Bapak Ibu dapat mengukur engagement publik menggunakan alat bantu seperti Google Analytics sebagai kompas menentukan topik informasi selanjutnya yang dibutuhkan warga," sarannya.

Tidak hanya tulisan, aspek kejujuran visual juga dibekali lewat materi etika fotografi jurnalistik yang disampaikan pewarta foto LKBN Antara, Anis Efizudin. Di era kecerdasan buatan (AI) yang rawan disinformasi, Anis menegaskan bahwa kejujuran visual adalah harga mati.

"Editing foto hanya boleh sebatas cropping ringan dan koreksi pencahayaan tanpa memanipulasi fakta demi menghindari pembohongan publik," tegasnya.

Anis juga mengingatkan pentingnya etika melindungi identitas korban anak-anak serta penulisan caption foto yang akurat.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Budi Purnomo, yang hadir sebagai narasumber menekankan, publikasi pelayanan publik sangat krusial untuk membangun kepercayaan masyarakat.

"Di era digital, humas harus bijak menjaga reputasi institusi agar publik tidak menerima informasi sepotong-sepotong yang bisa memicu stigma negatif," pesannya.

Menambahkan hal tersebut, Anggota Komisi III, Bintang Adi Taruna, mengingatkan fenomena memendeknya daya ingat masyarakat (attention span). Menurutnya, kerja keras instansi akan dianggap sia-sia jika tidak dikemas secara menarik dan informatif. 

"Humas hari ini wajib aktif memproduksi berita positif untuk mengimbangi narasi negatif dan hoaks. Transparansi informasi inilah yang menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat," ujarnya.

Kelas Belajar Humas ini juga menjadi saksi diluncurkannya Dashboard Sistem Informasi Pelayanan Komunikasi dan Informatika (SIMPATIK). Inovasi digital yang dilaunching langsung oleh Plh Sekda David Rudiyanto ini digagas oleh Sekretaris Diskominfo Kabupaten Magelang, Didik Kristia Sofian, dalam Aksi Perubahan Kinerja Organisasinya.

"Melalui SIMPATIK, masyarakat dan aparatur kini bisa memantau progres pengajuan dari 32 jenis pelayanan Diskominfo secara real time dan transparan, sekaligus menghentikan kebiasaan pengajuan lewat pesan pribadi," ujar Didik.

Untuk mengaksesnya, aparatur OPD cukup membuka Aplikasi Satu Data Kabupaten Magelang dan memilih ikon SIMPATIK pada menu Layanan Internal.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bukan cuma admin medsos yang harus bisa bikin konten. 😎 Kontributor berita OPD juga perlu jago menulis, bercerita, dan mempublikasikan kinerja pemerintah agar informasi sampai ke masyarakat dengan jelas. Hari ini mereka belajar langsung di Kelas Belajar Humas #2. Karena kerja baik saja belum cukup… Kerja baik juga perlu dipublikasikan. ✨ #kelasbelajar #humas #magelang ♬ original sound - kominfomagelang