Pameran dan Bursa Tosan Aji Keris Digelar di Borobudur

Dilihat 65 kali

BERITAMAGELANG.ID - Wakil Bupati Magelang, Sahid didampingi Wakil Sekjen Senopati Nusantara, Nurjianto, jajaran forkopimcam Borobudur membuka Pameran dan Bursa Tosan Aji Keris Paguyuban Satriatama di Pasar Seni Borobudur, Jumat (29/8). 


Pembukaan pameran dan bursa tosan aji keris tersebut ditandai dengan pelolosan keris oleh Wakil Bupati Magelang dan pemotongan pita. Pameran ini berlangsung selama tiga hari, pada 29 sampai dengan 31 Agustus 2025. 


Wakil Bupati Magelang, Sahid menyampaikan pameran ini bukan sekadar pameran benda pusaka, tetapi sebuah usaha untuk mencari dan mendalami ilmu pengetahuan melalui Tosan Aji, benda berharga yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang tinggi.


Di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang begitu cepat, kita dihadapkan pada tantangan besar untuk menjaga jati diri bangsa, salah satu cara yang paling bermakna adalah dengan merawat warisan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur kita. 


"Tosan Aji, khususnya keris, bukan hanya senjata fisik, Ia adalah simbol peradaban, filosofi, dan identitas bangsa. Di balik bilahnya tersimpan cerita tentang kepemimpinan, keberanian, dan kebijaksanaan," ujar Sahid. 


Lebih lanjut, Sahid menjelaskan, ini adalah momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pelestarian budaya bukanlah tugas masa lalu, melainkan investasi masa depan.


"Saya melihat potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Para perajin dan pedagang Tosan Aji memiliki keterampilan luar biasa yang patut didukung dan dikembangkan," ungkap Sahid.


Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pelestarian budaya seperti ini. 


“Kami percaya, budaya adalah fondasi pembangunan yang berkelanjutan," lanjutnya. 


Ia berharap dengan menjaga dan mengembangkan warisan budaya, turut memperkuat jati diri bangsa dan memperkaya kehidupan masyarakat yang bisa membawa manfaat besar bagi kita semua dan menjadi inspirasi untuk terus mencintai dan melestarikan budaya bangsa. 


Wakil Sekjen Senopati Nusantara, Nurjianto menyampaikan, Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara atau (Senapati Nusantara) telah melahirkan organisasi nasional yang sekarang ada 87 paguyuban di Indonesia dan di beberapa daerah. 


"Ini organisasi independen yang lahir betul-betul dari akar rumput organisasi yang didirikan dari kumpulan teman-teman pecinta keris dengan memiliki visi misi bagaimana mengembangkan dan melestarikan Tosan Aji Nusantara ini," kata Nurjianto.


Ia berharap kegiatan pameran seperti ini bisa berjalan setiap tahunnya dan selalu bersemangat, mengedepankan guyub rukun, gotong royong agar nantinya kita bisa memberikan satu edukasi kepada generasi kita dimana keris sudah diakui UNESCO. 


"Di sinilah kita sebagai masyarakat pecinta keris memiliki satu tugas yang sangat luar biasa untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang mengakar tentang keris sesuai tema pameran ini "Ngudi Kawruh Sejatining Tosan Aji," pungkasnya. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar