Ribuan Perempuan Hadiri Wisata Dakwah Aisyiyah di Magelang

Dilihat 297 kali

BERITAMAGELANG.ID - Puluhan ribu jemaah menghadiri kegiatan wisata dakwah Aisyiyah se-Eks Karesidenan Kedu yang diselenggarakan di Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Minggu (19/4/2026). Turut hadir tokoh Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-42 ini menjadi momentum penguatan syiar keagamaan tetapi juga berkembang sebagai ruang konsolidasi gerakan perempuan, penguatan nilai-nilai keislaman yang inklusif, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dalam tausyiahnya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif yang luar biasa dan mencerminkan kekuatan gerakan perempuan dalam lingkup organisasi.

Ia menilai, konsistensi penyelenggaraan kegiatan hingga puluhan kali menunjukkan kreativitas dan dedikasi Aisyiyah dalam menggerakkan dakwah yang mampu menjangkau masyarakat luas. 

"Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai media syiar, tetapi juga memperkuat soliditas Persyarikatan Muhammadiyah," kata Abdul Mu'ti.

Sejalan dengan tema "Mewujudkan Perempuan Berkemajuan dalam Menebar Rahmat bagi Negeri", kegiatan tersebut dinilai mampu merepresentasikan nilai-nilai Islam yang inklusif, progresif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi perempuan dalam penguatan ekonomi masyarakat. Tercatat, sebanyak 75 stan bazar turut meramaikan kegiatan tersebut dengan berbagai produk unggulan.

Abdul Mu'ti menegaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Ia menyampaikan, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas perempuan, terutama dalam perannya sebagai pelopor pendidikan dan penjaga keberlangsungan generasi.

"Perempuan berkemajuan memiliki komitmen untuk berkontribusi dalam menyelamatkan dan membangun generasi bangsa," ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Magelang, Dian Grengseng Pamuji menilai, tingginya antusiasme jemaah yang hadir menjadi cerminan kuatnya ukhuwah serta soliditas organisasi Aisyiyah dalam membangun jejaring sosial keagamaan di tengah masyarakat.

"Jumlah jemaah yang hadir bahkan melampaui ekspektasi, yang menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan dan diterima oleh masyarakat luas," ujar Dian.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di Kabupaten Magelang, mengingat dampaknya yang tidak hanya dirasakan dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Harapan saya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Magelang, karena selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan UMKM lokal," tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan pentingnya sinergi antara PKK dan Aisyiyah yang selama ini telah terjalin dalam berbagai program pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, yang dinilai memiliki kesamaan visi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kolaborasi antara PKK dan Aisyiyah telah beberapa kali dilakukan, khususnya dalam program pendidikan dan kesehatan. Ke depan, sinergi ini perlu terus diperkuat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas ," lanjut Dian.

Ketua Panitia Penyelenggara, Jauharoh Hasanah menjelaskan, kegiatan wisata dakwah merupakan agenda rutin yang telah dirintis sejak era 1970-an dan terus berkembang menjadi salah satu ciri khas gerakan dakwah Aisyiyah di wilayah Kedu.

"Wisata dakwah ini telah dirintis sejak tahun 1970-an, yang pada awalnya hanya berupa kajian-kajian kecil di tingkat komunitas, kemudian berkembang menjadi kegiatan besar dengan skala regional seperti yang kita lihat saat ini, " ujarnya.

Menurutnya, konsep wisata dakwah yang menggabungkan unsur keagamaan, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang membuat kegiatan ini mampu menarik partisipasi luas dari berbagai kalangan.

"Kegiatan ini tidak hanya berisi tausyiah atau pengajian, tetapi juga dikemas dengan nuansa rekreasi serta pemberdayaan masyarakat, sehingga mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan pendekatan yang lebih inklusif dan membumi," lanjutnya.

Ia menambahkan, wilayah Eks Karesidenan Kedu meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Purworejo, Kebumen, serta Kota Magelang, yang selama ini menjadi basis kuat gerakan Aisyiyah dalam mengembangkan dakwah berbasis komunitas.

Secara keseluruhan, kegiatan wisata dakwah Aisyiyah ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga merepresentasikan peran strategis perempuan dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan mampu terus menjadi penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih berdaya, inklusif, dan beradab.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar