BERITAMAGELANG.ID - Lima orang warga Kabupaten Magelang menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PDAM Kabupaten Magelang, Bapas 69, PD BPR BKK Muntilan, dan Bank Jateng.
Penerima bantuan CSR tersebut 2 diantaranya untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sementara tiga lainnya merupakan korban bencana angin puting beliung di Kecamatan Windusari, Magelang beberapa waktu lalu. Masing-masing bantuan yang diserahkan sebesar Rp 17,5 juta per orang.
Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan pemerintah bersama BUMD ingin berbakti dan membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah angin kencang atau puting beliung beberapa waktu lalu.
"Di sini saya hanya memfasilitasi saja, mudah-mudahan apa yang akan diserahkan dari BUMD ini bisa betul-betul bermanfaat dan bisa meringankan beban, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas kembali seperti sedia kala," ujar Zaenal saat menyaksikan penyerahan bantuan CSR di Ruang Dashboard Bupati Magelang, Jumat (13/12/2019).
Choirodin warga Dusun Cempogo, Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, salah satu warga penerima bantuan CSR mengaku merasa sangat terbantu atas apa yang sudah diberikan BUMD kepada dirinya. Ia menceritakan beberapa waktu lalu rumahnya juga terdampak bencana angin puting beliung sehingga mengalami kerusakan.
"Rumah saya ini bisa dibilang sudah rapuh (tidak layak huni) sehingga saat terjadi bencana angin kencang kemarin mengalami kerusakan yang cukup parah," ungkapnya.
Rencananya, Choirudin akan menggunakan bantuan CSR tersebut untuk membenahi tempat tinggalnya sesegera mungkin agar lebih kokoh dan layak huni.
"Segera saya akan membenahi rumah dengan bantuan CSR ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BUMD yang sudah memberikan bantun ini," kata dia.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar