BERITAMAGELANG.ID - Dalam rangka tindak lanjut program guru penggerak Kabupaten Magelang yang dikukuhkan pada 17 Januari 2024 yang lalu, SMP Pendowo Ngablak mengadakan kegiatan ajang kreasi siswa (Jangkresa) sebagai aksi nyata dari guru-guru penggerak di Kabupaten Magelang. Kreativitas siswa SMP Pendowo Ngablak yang ditampilkan dalam kegiatan Jangkresa tersebut antara lain gerak tari, drama, musik dan lagu. Kegiatan digelar di Gedung serba guna SMP Pendowo Ngablak, Jumat (26/1/2024).
Kepala SMP Pendowo Ngablak, AY. Budi Utomo, mengatakan penyelenggaraan Jangkresa 2024 bertujuan menunjukkan potensi SMP Pendowo Ngablak dalam menghasilkan kreativitas dan produk-produk unggulan. Ajang kreativitas yang bertajuk Ajang kreasi siswa (Jangkresa) tersebut akan menjadi etalase hasil kreativitas dan inovasi siswa SMP Pendowo Ngablak.
"Sudah saatnya potensi dari SMP
pendowo Ngablak diperlihatkan kepada umum, khususnya mengenai kemampuan dalam
memproduksi kreativitas dan inovasi khususnya dalam bidang gerak tari, drama,
teater, musik dan gerak lagu," kata AY.
Budi Utomo penuh semangat.
SMP pendowo Ngablak yang punya School
Value Proposition (SVP) Environment
Redearch mempunyai beragam kegiatan
yang bisa menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan peserta didik
termasuk kreativitas di bidang penelitian (riset) dan kreativitas dalam bidang
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), tata boga, dan tata busana.
Veronika Widaryanti, salah seorang
peserta guru penggerak angkatan 8 dari SMP Pendowo Ngablak mengatakan Jangkresa SMP pendowo Ngablak 2024 menyediakan beberapa produk kreasi siswa,
yang meliputi kreasi seni musik, seni tari, seni drama dan teater.
Pemerintah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, lanjut Veronika, melalui guru-guru
penggerak untuk menyiapkan lulusan lembaga pendidikan atau sekolah yang tidak hanya bisa teori-teori dari proses
pembelajaran di kelas tetapi juga mampu untuk mengaplikasikan teori-teori
tersebut dalam bentuk kreativitas peserta didik.
"Seperti yang dilakukan guru
penggerak di SMP Pendowo Ngablak sehingga saat peserta didik lulus dari sekolah
mereka segera mendapatkan pekerjaan dan juga mampu membuka lapangan kerja sendiri," kata dia.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar