BERITAMAGELANG.ID - Meski baru dimulai sekitar tahun 2007 dan sempat terpuruk akibat sekitar 1000 buku koleksinya raib diterjang banjir lahar dari Kali Putih 2011, perlahan tapi pasti, TBM Ibnu Hajar Desa Sirahan, Salam, bangkit dan kini dipilih sebagai penyelenggara satu-satunya kampung literasi di Jawa Tengah dan 20 di Indonesia pada 2020.
Hal ini diapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin saat pencanangan kampung literasi di TBM Ibnu Hajar, Sabtu (7/11/2020) tadi.
"Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah. Fasilitas di sini (Ibnu Hajar) sangat mendukung, berwawasan lingkungan, dukungan masyarakat dan pemerintah desa juga besar. Selain itu, tempatnya juga jauh dari kebisingan, pengelolanya juga cukup berpengalaman," kata Azis.
Pimpinan TBM Ibnu Hajar, Ida Fitria Lusiana dalam laporannya menyampaikan, untuk menjadi kampung literasi, diharuskan melek 6 literasi dasar. Meliputi, literasi baca tulis, leterasi numerik, literasi sains, literasi digital, literasi finansial dan literasi budaya serta kewargaan atau literasi lain sesuai kondisi masyarakat setempat.Ã
âDan kampung literasi Ibnu Hajar, adalah wilayah pengembangan literasi masyarakat di lingkungan Desa Sirahan dimana TBM Ibnu Hajar berada dan Dusun Gebayan," imbuhnya.
Sementara terpilihnya TBM Ibnu Hajar bersama 19 TBM se Indonesia sebagai kampung literasi, lanjut Ida, karena TBM Ibnu Hajar dinilai salah satunya TBM kreatif di Indonesia.
Sebelumnya, pihaknya juga pernah menerima anugerah peduli pendidikan oleh Menteri Pendidikan RI. Kemudian, mendapatkan penghargaan ketiga sebagai penulis cerita anak dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang diselenggarakan oleh Himpaudi Indonesia dan Whiteria Polytechnic New Zealand Australia.
âAtas beberapa prestasi itu, Bupati Magelang juga memberikan secara langsung anugrah Nugrajasa Darma Pustaloka sebagai pegiat literasi masyarakat," pungkas Ida yang juga Ketua Tim Pelaksana Kampung Literasi di Desa Sirahan tersebut.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar