BERITAMAGELANG ID - Direktur Jenderal Bimas Buddha Supriyadi mengatakan Perayaan Waisak Nasional 2568 BE/ 2024 di Candi Borobudur Kabupaten Magelang menjadi momen istimewa dengan kehadiran kembali puluhan Biksu Thudong yang bertepatan dengan transisi politik negeri ini.
"Waisak tahun ini kalau dikatakan berbeda ya berbeda. Rutin ya rutin. Rutin tiap tahun ada dan ini satu satunya di dunia detik detik Waisak yang dirayakan di Indonesia," kata Supriyadi di Magelang, Senin (20/5/2024).
Menurutnya, para Biksu Tudhong kali ini sebanyak 43 orang. Jumlah itu memang agak berbeda jika dibanding Waisak tahun sebelumnya. Puluhan Biksu itu tidak memulai perjalanan dari Thailand namun dari Semarang menuju Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.
Hal itu karena, pihak panitia melihat situasi yang tidak memungkinkan paska Pilpres sehingga alur perjalanan dipersingkat. Namun tanpa mengurangi maknanya.
Menempuh jarak sekitar 60 km, rombongan bikhu pengembara itu tiba di Candi Borobudur pada Senin siang sekitar pukul 13.57 WIB. Mereka disambut jajaran TWC, Forkopimda Magelang, dan ratusan umat Buddha beserta sejumlah Perwakilan Sangha Umat Budha Indonesia (Walubi). Para bikhu dari Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Korea tersebut kemudian melanjutkan prosesi puja bakti dan pradaksina berjalan memutar searah jarum jam di puncak utama Candi Borobudur.
"Yang dikhawatirkan terjadi dua putaran sehingga proses perjalanannya diperpendek tidak lagi berjalan dari Thailand ke Indonesia namun dari Semarang," ungkapnya.
Supriyadi berharap perayaan Tri Suci Waisak kali ini semua umat melihatnya penuh sukacita sebagai momen spesial dengan kehadiran Bikhu Tudhong. Di samping itu karena dilaksanakan di penghujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang juga menjadi titik persiapan kepemimpinan berikutnya.
"Tentu yang kita terus bangkitkan kesadaran bahwa keberagaman adalah hal yang sangat penting. Karena dari keberagaman itu kita mendapatkan sebuah makna hidup harmonis dan bahagia," jelasnya.
Detik detik Waisak pada Kamis (23/5/2024) pukul 20.54.42 WIB di Candi Borobudur akan dihadiri sekitar 25.000 umat Buddha dari negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, Vietnam, dan lain sebagainya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar