ATS Masih Semangat Kembali Bersekolah

Dilihat 577 kali
Rekonfirmasi KMPP kepada ATS di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Sisa semangat Anak Tidak Sekolah (ATS) di kawasan kaki gunung sumbing Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, masih cukup tinggi. Saat tim Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) melakukan rekonfirmasi data dari 57 ATS yang diundang, ada 15 anak putus sekolah yang hadir dan siap melanjutkan kesetaraan pendidikan.

"Nggih, kulo manut (ya saya ikut)," jawab Nurul Insani salah satu anak putus sekolah ketika ditanya tim KMPP Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi, saat rekonfirmasi data kepada orang tua dan ATS di Balai Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (16/11/2023).

Rekonfirmasi data penanganan ATS di Kabupaten Magelang oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bappeda & Litbangda, KMPP Kabupaten Magelang didukung oleh UNICEF. Rekonfirmasi data ATS, sebagai upaya penanganan anak tidak sekolah untuk kembali bersekolah hingga kesetaraan pendidikan 12 tahun (tingkat SMA) melalui lembaga pendidinan non formal di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Salaman.

Tim KMPP yang melakukan rekonfirmasi data, dibagi empat titik, yakni Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik (dipimpin Sugeng Riyadi), Desa Sutopati Kecamatan Kajoran (dipimpin Khudaifiah), Desa Purwodadi Kecamatan Tegalrejo (dipimpin Muh Rofi) dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan (dipimpin Eko Triyono).

Di Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, ada 15 ATS di Desa Temanggung yang terkonfirmasi tidak melanjutkan pendidikan. Ada beberapa faktor mereka tidak melanjutkan sekolah, diantaranya kurang adanya dukungan orang tua, faktor ekonomi, jarak sekolah, malas untuk sekolah, ada juga yang ingin membantu orang tua bekerja di ladang, serta ada yang belajar agama di pondok pesantren (Ponpes) yang tidak diizinkan untuk belajar di sekolah umum.

Kepala Desa Temanggung, Muslih Hermanto mengatakan, masih tingginya ATS di desanya, menjadi keprihatinan tersendiri. Namun demikian, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi angka anak putus sekolah, tentunya melakukan sosialisasi kepada orang tua agar mereka peduli terhadap pendidikan putra-putrinya hingga jenjang pendidikan setara SMA.

Untuk itu, pihak desa akan memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah untuk bisa belajar, baik melalui pendidikan paket A, B dan C, dengan menyediakan tempat di Balai Desa Temanggung.

"Pendidikan bagi anak-anak itu sangat penting, dan jangan berdalih atau beranggapan banyak orang sukses meski tidak berpendidikan tinggi. Jadi, anggapan itu harus dibuang jauh-jauh," pesan Muslih.

Senada dikatakan Sekretaris Kecamatan Kaliangkrik, Haryadi, pendidikan bagi generasi muda saat ini sangat penting karena  menjadi modal utama bagi anak-anak ke depan, dan orang tua harus ikut mendorong bagi anaknya yang putus sekolah untuk melanjutkan sekolah hingga jenjang lebih tinggi, minimal setara dengan pendidikan SMA atau sederajat.

"Saya berharap, kepada orang tua yang anaknya tidak sekolah, didorong dan disemangati agar kembali bersekolah, meskipun pendidikan kesetaraan, dan jangan takut terhadap biaya pendidikan bagi anak yang putus sekolah untuk kembali bersekolah," ujar Haryadi.

Anggota KMPP Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi menyebutkan, berdasarkan aplikasi Monografi Kelurahan dan Desa (AmongRaSa) Kabupaten Magelang, Kecamatan Kaliangkrik menduduki ranking tertinggi ATS, yakni sebanyak 439 yang tersebar di 20 desa se-Kecamatan Kaliangkrik. Dari 20 desa itu, Desa Temanggung menduduki peringkat pertama dengan jumlah 57 ATS tersebar di 10 dusun.

Dari 57 orang tua dan ATS yang diundang, hanya 15 ATS beserta orang tuanya yang hadir dalam pertemuan rekonfirmasi dengan tim KMPP. Setelah dilakukan dialog dan motivasi, mereka bersedia untuk kembali bersekolah di lembaga pendidikan non formal di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kecamatan Salaman. Ke 15 ATS Desa Temanggung, terdapat tujuh anak lulus  Mts (SMP) dan delapan orang lulus SD.

Kepala Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Salaman, Endang Srilestari saat memberikan motivasi kepada anak-anak menjelaskan, para guru di SKB Salaman siap memberikan pembelajaran dengan datang di Balai Desa Temanggung, dengan waktu yang disepakati bersama karena materi pendidikan karakter dapat diterapkan dimana saja, tidak hanya di pendidikan formal. 

Di pendidikan non formal pun dapat diajarkan pendidikan karakter. Seperti yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Magelang, selain pelajaran formal juga pendidikan karakter diajarkan di program paket, salah satunya melalui kegiatan upacara bendera, termasuk pendidikan keterampilan, seperti pertanian, tata boga hingga potong rambut.

"Yang jelas, guru di SKB siap datang untuk memberikan pelajaran ke desa," ujarnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar