BERITAMAGELANG.ID - Mengurangi dampak ketergantungan gagdet atau HP pada anak-anak, Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen bangkitkan kembali roh tradisi mendongeng orang tua. Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Eko Triyono saat membuka Lomba Gerak '123' TK dan PAUD kerja sama Frisian Flag Indonesia dengan Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidkan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) dan Ikatan Guru TK Indonesai (IGTKI) Kabupaten Magelang di GOR Gemilang Kompleks Setda Magelang Jawa Tengah, Senin (30/04).
Menurut Eko, budaya mendongeng orang tua kepada anak kini telah luntur akibat kemudahan teknologi HP. Padahal, kegitan mendongeng itu membentuk karakter dan kecerdasan anak.
"Dahulu orang tua biasa mendongeng sebelum anak tidur, tapi kini kegiatan itu sudah tidak. Baik orang tua maupun anak lebih asyik menggunakan HP," ujarnya.
Melalui lomba yang diikuti sekitar 2.500 siswa TK dan PAUD 21 Kecamatan se Kabupaten Magelang tersebut, Eko berpesan agar setiap orang tua memperhatikan tumbuh kembang anak melalui pemberian gizi dan kegiatan mendongeng.
"Saat mendongeng, ada peran kasih sayang orang tua yang akan terus tertanam dalam jiwa anak. Peran itu tidak dapat digantikan oleh teknologi apapun termasuk HP," lanjutnya.
Guna mendukung program orang tua mendongeng, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang akan meluncurkan program Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku) pada 5 Mei mendatang.
"Inisiatif Lomba Gerak 123 ini menunjang pembangunan fisik generasi Indonesia lebih sehat dan pintar. Sementara untuk membentuk kecerdasannya, melalui kebiasaan membaca buku yang diawali dari keluarga," terang Plt. Kepala Disdikbud Kabupaten Magelang, Haryono.
Kegiatan membaca bersama keluarga, lanjut Haryono, dapat mempererat ikatan sosial emosi orang tua dan anak. Di samping itu dengan mengenalkan kegiatan membaca sejak dini akan mengantar anak tumbuh cerdas dan optimal.
Sejalan dengan itu, Senior Brand Manager Frisian Flag Indonesia Faisal Idris mengungkapkan, selain menjadi kampanye edukatif, Program Gerak 123 ini juga untuk mendukung pembentukan generasi yang pintar, kuat dan tinggi.
"Ada tiga elemen penting yang diyakini merupakan fondasi tumbuh kembang anak, yakni cinta kasih, nutrisi dan stimulasi gerak yang disesuaikan usia dan kebutuhannya. Ketiganya sangat penting untuk membangun generasi pintar, kuat dan tinggi Indonesia," papar Faisal.
Dalam kompetisi Gerak 123, terdapat gerakan melompat dan berlari di tempat. Aktivitas itu dapat melatih kekuatan otot dan tulang anak serta membantu melatih otak dan koordinasi fisik anak.
@kominfomagelang Di Taman Makam Pahlawan, tabur bunga bukan sekadar seremonial. Ada doa, penghormatan, dan pengingat bahwa kemerdekaan hari ini lahir dari perjuangan para pahlawan 🇮🇩 Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, Bupati Magelang dan Kapolres Magelang mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta bijak menghadapi tantangan di era digital. Karena perjuangan hari ini bukan lagi mengangkat senjata, tapi menjaga persatuan dan membangun bangsa bersama-sama. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026 “Bangkit Bersama, Wujudkan Indonesia Kuat.” #HariKebangkitanNasional #Harkitnas2026 #Magelang #AnyarGress ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar