BPPKAD Kabupaten Magelang Pantau Tapping Box

Dilihat 3663 kali
Tim Monitoring BPPKAD Kabupaten Magelang melakukan pemantauan tapping box di sejumlah restoran menjelang lebaran.

BERITAMAGELANG.ID - Menjelang Idulfitri 1444 H, Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) melaksanakan kegiatan yang ditingkatkan yaitu pendampingan dan pemantauan penggunaan alat perekam data transaksi (tapping box) di sejumlah rumah makan, restoran dan tempat kuliner di wilayah Kabupaten Magelang.


Kepala BPPKAD Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh mengatakan, kegiatan tersebut  dilaksanakan pada 9-18 April 2023 untuk melaksanakan pendampingan dan pemantauan saat memasukkan data transaksi pada alat perekam data transaksi yang terpasang pada usaha wajib pajak.


"Kemudian untuk mencatat jumlah pengunjung, jumlah transaksi dan waktu transaksi, serta melaporkan apabila terjadi kendala dan mengkoordinasikan penyelesaiannya. Contohnya apabila kertas pada alat transaksi itu habis maka akan kita beri lagi, kemudian apabila tapping box mengalami kendala seperti lemot maka akan segera kita tindak lanjuti," kata Siti Zumaroh di sela melakukan pemantauan penggunaan tapping box di beberapa rumah makan, Senin (17/4).


Lebih lanjut, Siti Zumaroh menjelaskan bahwa untuk usaha restoran memiliki kewajiban pajak sebesar 10 persen dari omzet yang dibayarkan oleh para konsumen sebagai subjek pajak.


"Jadi melalui alat ini (tapping box) sebenarnya kita bisa melakukan pemantauan untuk beberapa hal diantaranya apakah konsumen sebagai subjek pajak sudah membayar pajaknya atau tidak. Kemudian dari wajib pajaknya sendiri (pemilik restoran) apakah memungut pajak atau tidak, apabila memungut sudah masuk pada data di tapping box itu atau belum, kemudian besar omzetnya berapa dan pajak yang harus dibayarkan berapa juga bisa langsung diketahui sehingga akan sangat memudahkan wajib pajak untuk menghitung pajaknya," terang Siti Zumaroh.


Menurut Zumaroh, regulasi pemungutan pajak restoran ini sebagai bentuk partisipasi semua pihak untuk bisa ikut membangun Kabupaten Magelang.


"Apabila para konsumen ini membayar pajak, akan menjadi sebuah partisipasi yang sangat baik dari masyarakat untuk membangun Kabupaten Magelang," ungkapnya.


Siti mengatakan selama bulan Ramadan hampir di semua restoran dan rumah makan mengalami kenaikan omzet dan konsumen, utamanya di momen berbuka puasa, sehingga praktis juga akan berdampak pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Magelang.


Namun sangat disayangkan, menurut Siti hingga saat ini masih saja ada beberapa wajib pajak yang belum menggunakan alat tapping box tersebut secara optimal. Terkait hal tersebut pihak BPPKAD juga telah melakukan langkah sosialisasi dengan memanggil para wajib pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar