Buka Bersama di Srumbung, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak pada Bupati Magelang

Dilihat 44 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang bersama Forkopimda terus menggelar kegiatan buka bersama dan silaturahmi dengan masyarakat. Kali ini di Masjid Al-Muttaqin, Desa Nglumut, Kecamatan Srumbung, Senin (23/2). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan warga, sekaligus momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan daerah.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji dalam sambutannya menegaskan, bulan suci Ramadan bukan sekadar momentum spiritual, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat komitmen kebersamaan dalam membangun daerah.

"Momentum bulan suci Ramadan ini menjadi ruang menyerap aspirasi yang sangat baik juga untuk memperkuat ukhuwah, mempererat sinergi, serta memperkokoh komitmen kebersamaan kita dalam membangun Kabupaten Magelang," ajak Grengseng.

Dalam kesempatan tersebut, bupati memaparkan capaian pembangunan daerah selama periode 20 Februari 2025 hingga 20 Februari 2026 dalam kerangka program prioritas SAPTA CIPTA.

Di sektor pendidikan, Pemkab Magelang merealisasikan program seragam gratis bagi 10.218 siswa SD dan 8.828 siswa SMP, serta hibah seragam untuk 2.544 siswa SD swasta dan 593 siswa SMP swasta. Revitalisasi 20 ruang sekolah turut dilaksanakan guna meningkatkan kualitas sarana belajar.

Selain itu, beasiswa sarjana diberikan kepada 514 pemuda berprestasi yang tersebar di 14 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Pemerintah daerah juga meningkatkan sarana dan prasarana rumah sakit, termasuk komitmen pelayanan rawat inap kelas III gratis bagi masyarakat, sebagai langkah konkret memperluas akses kesehatan yang inklusif.

Pada sektor infrastruktur ia menambahkan pemeliharaan rutin jalan dilakukan sepanjang 174 kilometer, rehabilitasi 42 paket jalan, rehabilitasi lima unit jembatan, serta rekonstruksi empat paket jalan.

"Program penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah direalisasikan sebanyak 1.686 unit sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah," lanjut Grengseng. 

Pemerintah Kabupaten Magelang juga mendorong penciptaan lapangan kerja melalui Job Fair yang diikuti 44 perusahaan dengan total 4.176 lowongan kerja. Sebanyak 1.671 pencari kerja tercatat mengikuti kegiatan tersebut, dan 464 orang berhasil ditempatkan.

Sementara dalam Job Connect Festival, 15 perusahaan dan satu Puskesmas BLUD Secang berpartisipasi dengan 1.408 lowongan kerja. Kegiatan ini dihadiri 707 pencari kerja, dengan 268 orang berhasil ditempatkan di sembilan perusahaan.

Dalam kerangka Ngelayani Birokrasine, program pencatatan sipil merealisasikan 33.712 dokumen dari target 30.300 dokumen, sementara pendaftaran penduduk mencapai 216.991 dokumen dari target 210.000 dokumen.

Dalam sektor lingkungan hidup melalui Lestari Alame, Program Pengolahan Sampah Tuntas Desa dilaksanakan di Desa Borobudur dan Desa Pandean, Kecamatan Ngablak. Konservasi mata air dilakukan melalui pembangunan infrastruktur perlindungan serta pembentukan lima kelompok Komunitas Jogo Tuk. Selain itu, gerakan penanaman 3.000 pohon dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.

"Seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, dan seluruh unsur Forkopimda," kata Grengseng. 

Dalam forum tersebut, perwakilan Kapolresta Magelang yang diwakili Kasat Samapta, AKP Suyanto menyampaikan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) di Kabupaten Magelang dalam kondisi aman dan kondusif.

Namun demikian, pihak kepolisian mengingatkan potensi gangguan selama Ramadan, khususnya peredaran dan penggunaan petasan. Tahun lalu, di wilayah Srumbung, aparat mengamankan kasus petasan dengan barang bukti hampir 12 kilogram.

"Kami memohon bantuan para tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga kondusivitas wilayah," ujarnya.

Sementara itu dalam sesi dialog, warga Desa Srumbung, Margiono, menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan yang rusak parah di kawasan Srumbung dan dinilai rawan kecelakaan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudianto, menyatakan pihaknya akan menerjunkan empat tim untuk melakukan penambalan jalan. Perbaikan ditargetkan dapat ditindaklanjuti sebelum Hari Raya Idulfitri.

"Harapan kami agar perbaikan jalan tuntas kami mohon bantuan kepolisian untuk mempermudah akses truk yang membawa material," kata David. 

Sementara itu, Suryono, pengelola TPS3R Desa Nglumut, menyampaikan kondisi kendaraan pengangkut sampah yang telah rusak, sementara layanan menjangkau empat desa. Ia memohon bantuan kendaraan roda tiga serta alat pengolahan limbah residu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, Ismail menjelaskan, pengajuan kendaraan maupun alat dapat diajukan melalui proposal kepada bupati. Ke depan, pengelolaan sampah desa akan diarahkan menggunakan mesin Refuse Derived Fuel (RDF), sehingga tidak lagi seluruh sampah diangkut ke TPA.

"Program ke depan, sebanyak 50 desa akan mendapatkan mesin pengolah sampah sebagai bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis desa," jelasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar