Festival Lampion Hingga Drone Show Meriahkan Peringatan Waisak Tahun Ini

Dilihat 37 kali
Konferensi Pers peringatan Hari Suci Waisak di Borobudur.

BERITAMAGELANG.ID - Langit di atas Kabupaten Magelang perlahan merona jingga, Jumat (22/5/2026). Di Halaman Lalitavistara, Kompleks Borobudur Cultural Center, keheningan terasa begitu pekat sekaligus menenangkan. Megahnya Candi Borobudur yang berdiri kokoh menjadi saksi dimulainya rangkaian perayaan Hari Suci Waisak 2570 BE. Dalam konferensi pers yang dibalut aura magis, pesan perdamaian mulai disuarakan dari jantung spiritualitas Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan kenyamanan umat. Menurutnya, pemanfaatan Candi Borobudur sebagai pusat keagamaan kini dilakukan dengan pendekatan spiritualitas berkebudayaan.

"Waisak di Borobudur memiliki keunikan yang tidak ditemukan di belahan dunia lain, terutama pada momen detik-detik Waisak. Kami ingin ruang ini memberikan manfaat bagi setiap orang, membangkitkan semangat toleransi dan kerukunan yang bisa kita suarakan ke seluruh penjuru dunia," ujar Supriyadi di hadapan awak media lokal dan nasional.

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kembalinya tradisi Thudong dalam tajuk "Indonesia Walk for Peace 2026". Sanjaya Kanginnadhi, Ketua Pusat Informasi program ini, mengisahkan perjalanan spiritual 50 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia.

Mulai melangkah sejak 9 Mei dari Brahma Arama Vihara, Singaraja, Bali, para biksu ini menempuh jarak 666 kilometer melintasi empat provinsi.

"Ini adalah bukti nyata Unity in Diversity. Kita berbeda, tapi perbedaan itu menjadi kekuatan untuk hidup berdampingan secara damai," ungkap Sanjaya.

Para biksu dijadwalkan tiba di Borobudur Kamis (28/5/2026) untuk mengikuti puncak perayaan.

Wakil Ketua Panitia Waisak Nasional 2026, Karuna Murdaya menjelaskan, tema tahun ini, "Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan", mengajak setiap individu untuk mencari keheningan di tengah keramaian.

Rangkaian acara akan dimulai dengan bakti sosial pengobatan gratis pada 23-24 Mei, disusul penjemputan Api Suci dari Mrapen, 29 Mei, dan Air Suci dari Umbul Jumprit, 30 Mei.

"Detik-detik Waisak tahun ini jatuh pada 31 Mei pukul 15 lebih 44 menit 44 detik. Karena waktunya lebih awal, prosesi dari Candi Mendut menuju Borobudur juga akan dimulai lebih pagi, yakni jam 10," jelasnya.

Momen yang paling dinantikan, pelepasan lampion, tahun ini hadir dengan makna yang lebih dalam. Fatmawati, Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, menyebutkan akan ada 2.570 lentera yang diterbangkan.

"Sebelum lampion naik, setiap orang akan diajak bermeditasi. Kita menyalakan pelita di dalam batin masing-masing terlebih dahulu sebelum menyebarkan cahaya kedamaian ke dunia," tutur Fatmawati.

Tak hanya itu, inovasi teknologi turut mewarnai langit malam dengan pertunjukan drone sebanyak 570 armada yang akan menceritakan tiga peristiwa penting dalam hidup Sang Buddha pada pukul 22.30 WIB.

Dari sisi kesiapan lokasi, Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur memastikan dampak positif Waisak merambah hingga ke 20 Balkondes di sekitar Borobudur. Pihaknya telah menambah 80 titik lampu penerangan dan menyiagakan armada kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV) untuk mobilitas pengunjung.

"Kami juga meluncurkan aplikasi MyCandi Guide agar pengunjung tidak bingung mengenai alur masuk dan keluar. Fasilitas parkir pun diperluas hingga kapasitas 850 mobil bekerja sama dengan masyarakat desa setempat," tambah Gistang.

Saat konferensi pers berakhir, aura ketenangan semakin menyelimuti pelataran Lalitavistara. Waisak 2570 BE bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sebuah undangan bagi dunia untuk kembali pada nilai-nilai welas asih, tepat dari kaki monumen warisan dunia yang megah ini.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Pemerintah Kabupaten Magelang secara resmi melepas keberangkatan calon jemaah haji Kloter 81 di halaman Setda Kabupaten Magelang, Rabu (20/5/2026). Pelepasan kloter terakhir tahun ini dipimpin oleh Wakil Bupati Magelang, Sahid. Sebanyak 254 jemaah diberangkatkan menggunakan delapan armada bus menuju Asrama Haji Donohudan. Kloter 81 dikenal sebagai kloter “sapu jagad” karena menggabungkan jemaah asal Magelang dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Diharapkan seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. #haji #magelang #anyargress ♬ original sound - kominfomagelang