Umat Hindu Gelar Kirab Budaya Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi

Dilihat 23 kali
Kirab Budaya Ogoh-Ogoh digelar umat Hindu menjelang Perayaan Nyepi.

BERITAMAGELANG.ID - Menjelang perayaan Nyepi tahun Saka 1948/2026 M, ratusan umat Hindu di Magelang melaksanakan kirab budaya dengan menampilkan tiga Ogoh-ogoh, Sabtu (14/3). Kirab yang disaksikan secara antusias oleh masyarakat menjelang berbuka puasa ini, untuk memperlihatkan masyarakat Bali yang ada di Magelang dalam melestarikan budaya.

Penasehat Parisadha Hindu Dharma kabupaten Magelang, I Gede Suarti mengatakan, tema dari kirab Ogoh-ogoh adalah Catur Netra. Tema ini mengandung arti empat penglihatan.

"Catur artinya empat, dan netra adalah penglihatan," kata I Gede Suarti.

Empat penglihatan ini, imbuh Suarti, bahwa kita memandang keempat sudut ini dari segi positifnya.

"Seperti melihat ke depan apa positifnya, kita lihat ke kanan apa positifnya, demikian pula sebaliknya," kata purnawirawan polisi ini.

Pawai Ogoh-ogoh adalah mempertontonkan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat catur netra, yakni sifat murka, angkara murka atau rajas yang selalu ingin hidup tidak memikirkan orang lain.

"Rajas adalah sifat ingin selalu berkuasa dan serakah. Apabila  dilihat dari empat netra berarti bertentangan," terangnya.

Catur netra itu sendiri mengajak umat manusia untuk hidup sederhana, saling tolong menolong dan  menghargai.

Suarti mengakui, kirab Ogoh-Ogoh ini kembali digelar setelah tiga tahun vakum.

"Memang sudah tiga tahun tidak ada kirab. Kita selalu melihat situasi dan kondisi dan kebetulan tahun ini banyak umat yang Hindu yang pulang," ujarnya.

Kirab ini selain diikuti umat Hindu di Magelang juga muda-mudi Hindu Yogyakarta, mahasiswa ISI Yogyakarta dan taruna Akmil.

Kirab Ogoh-ogoh merupakan rangkaian dari Nyepi. Setelah ini, Minggu (15/3) diadakan upacara Melasti di Tuk Mas Grabag, untuk menyucikan Bhuana Agung (alam) dan bhuana alit (diri).

Lestari, warga Mertoyudan mengaku senang bisa menyaksikan kirab budaya Ogoh-Ogoh. "Sekalian cuci mata menjelang berbuka puasa," katanya sambil tertawa.

Ia mengatakan sudah beberapa kali melihat pawai seperti ini.

"Namun sepertinya beberapa tahun terakhir tidak ada. Sekarang kok ada lagi. Bersyukur bisa menyaksikan berbagai ragam budaya yang ada di Magelang," tuturnya.

Kirab yang dimulai dari persimpangan Artos Mall menuju pura di komplek Akmil ini, disaksikan ratusan oleh warga yang memadati sepanjang rute perjalanan. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar