Jelang Imlek, Wadah Dupa Terbesar Klenteng Hok An Kiong Dibersihkan

Dilihat 29 kali
Warga Tionghoa Klenteng Hok An Kiong Muntilan Kabupaten Magelang membersihkan hiolo atau tempat abu dupa yang diklaim terbesar di Asia

BERITAMAGELANGI.D - Hiolo atau tempat dupa terbesar se-Asia yang ada di tempat ibadah Tri Dharma (Titd) Klenteng Tua Hok An Kiong Muntilan Kabupaten Magelang dibersihkan menjelang Hari Raya Imlek tahun ini.

Prosesi pembersihan pada Jumat (13/2) saat para dewa dewi atau Kongcoh kembali ke langit untuk menandai kehidupan para umat lebih baik.

Seksi Ritual Kelenteng Hok An Kiong, Budiono mengatakan, proses pembersihan hiolo atau tempat menancapkan dupa ini dilakukan setiap tahun dengan cara menyaring sisa dupa di bagian atas.

Hingga kini, tempat abu dupa yang diklaim terbesar di Asia Tenggara ini masih kokoh dan berfungsi sebagai sarana ibadah.

"Hiolo berfungsi sebagai media komunikasi dengan Maha Pencipta oleh masyarakat etnis Tionghoa," terangnya.

Selama satu tahun penuh, Hiolo ini digunakan untuk ibadah dan pastinya akan meninggalkan sisa-sisa bambu dupa. 

"Jika sisa-sisa dupa terus menumpuk dan tidak dibersihkan, bisa membuat dupa yang baru tidak terpasang secara baik," kata Budiono.

Tempat abu dupa itu berbahan perunggu berlapis kuningan dengan diameter sekitar 178 cm, dengan tinggi dari bawah sampai patung naga sekitar 178 cm.

Hiolo Klenteng Hok An Kiong Muntilan memiliki berat sekitar 3,5 ton berbahan perunggu yang dibuat langsung di Tiongkok tahun 2002.

Menurut Budiono, proses pembersihan hiolo dilakukan sebelum Imlek saat para dewa dewi atau toa pekong naik ke langit.

"Khususnya, selama toa pekong atau dewa-dewi sudah naik ke langit, ini kita bersihkan semua. Pembersihan paling butuh waktu satu atau dua hari cukup, dilakukan banyak orang," ujarnya. 

Kelenteng Hok An Kiong Muntilan dibangun pada 1871 atau sudah berusia 155 tahun lebih. Kelenteng pernah direnovasi pada 1906 dan pada 2015 mulai dibangun gapura besar setinggi lebih dari 30 meter.

Dalam kelenteng tua Muntilan ini terdapat altar utama tempat patung dewa bumi Khongco Hok Tik Kimcing disemayamkan.

Menjelang Imlek, semua prasarana ibadah dibersihkan oleh umat karena diyakini memberikan ketentraman batin dan hidup lebih baik.

"Tentu aja sangat menyenangkan, karena cuma terjadi setahun sekali dan perayaan Imlek ini baru terasa saat ikut bersih-bersih altar dewa di Klenteng ini," ungkap Keza Pramono, salah satu umat yang turut dalam prosesi Qin Dhun atau bersih-bersih altar.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar