Sambut Paskah, Siswa SD Gelar Jalan Salib Peduli Lingkungan Menoreh

Dilihat 22 kali
Puluhan siswa SD Kanisius Kenalan Borobudur ikuti Jalan Sallib menyusuri perbukitan Menoreh

BERITAMAGELANG.ID - Menyambut Hari Raya Paskah, puluhan siswa SD Kanisius Kenalan Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang menggelar prosesi Jalan Salib unik nan sarat makna. 

Tidak hanya melakukan prosesi doa, para siswa ini juga mengusung misi lingkungan dengan membawa gunungan hasil bumi menyusuri perbukitan Menoreh.

Kepala SD Kanisius Kenalan Yosef Unisimus Maryono mengatakan, kegiatan bertajuk "Jalan Salib Pemerdekaan" ini merupakan simbol kepedulian terhadap bumi yang kian terbebani.

"Air, tanah, terlebih pangan. Kita saat ini punya tantangan untuk bagaimana ketersediaan pangan, terlebih untuk kami yang ada di pedesaan," jelas Maryono di sela kegiatan.

Langkah kaki puluhan siswa SD Kanisius Kenalan ini memecah kesunyian jalur Belik Kayen hingga Watu Putih, Kecamatan Borobudur, Magelang. Sambil memikul salib kayu, mereka menempuh rute sepanjang 4 km di tengah panorama alam perbukitan Menoreh yang asri.

Namun ada yang berbeda dalam prosesi kali ini. Di barisan depan, nampak sebuah gunungan besar yang disusun rapi dari aneka sayur dan buah-buahan hasil bumi yang dikumpulkan siswa.

Hasil bumi dan rempah tersebut merupakan hasil panenan khas petani di lingkungan sekolah.

Menurut Maryono, kegiatan ini adalah perjalanan iman sekaligus ajakan untuk menjadi pembela kehidupan. Pihaknya ingin anak-anak sadar bahwa bumi saat ini sedang memikul salibnya sendiri akibat ulah manusia.

"Dalam pendidikan, untuk menyiapkan mereka hidup ke depan harus mempunyai kesadaran dan keterampilan. Kesadaran ini yang selalu harus dibangun untuk peduli akan sumber hidup di sekitar kami. Momentum paskah ini kami gunakan sebagai bentuk pembelajaran," ujarnya.

Sepanjang rute, terdapat 14 perhentian yang melambangkan kisah sengsara Yesus Kristus. Di setiap titik, para siswa berhenti sejenak untuk berdoa dan merenung di hadapan foto Yesus, memanjatkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi sesama dan alam semesta.

Maryono menambahkan, gunungan hasil bumi yang mereka bawa menjadi pengingat akan kasih Tuhan melalui kesuburan tanah. Melalui aksi ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya saleh secara spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan ekologis untuk menjaga kelestarian lingkungan di masa depan.

Sedangkan gunungan yang dibuat oleh anak-anak kemudian dipikul bersama salib untuk mengenang Yesus yang menderita karena memikul salib. Dalam prosesi jalan salib ini, pihak sekolah mencoba mengusung tema dengan memikul keprihatinan terkait dengan pangan.

Salah satu siswa kelas V, Billy Agung Dwi Saputro mengaku senang mengikuti kegiatan Jalan Salib Pemerdekaan. Karena selain menghayati perjalanan, dirinya juga mendapat pengalaman tersendiri.

"Kita sadar bahwa kita itu penjaga lingkungan itu dapat menghasilkan hal yang baik dan hari ini lebaran ini kan harga pokok juga naik dan maka kita menanam dan menggunakan hasil kebun kita sendiri," ujar Billy. 

Rute yang dilewati, menurut Billy penuh tanjakan, beberapa diantaranya berbatu licin di antara pohon besar dan sejuk.

Maka selain butuh kekompakan sesama teman, untuk mengusung gunungan, para siswa juga harus bergantian membawa salib.

"Ya, lumayan susah juga. Saya merasa senang karena saya tahu bahwa alam itu penting bagi kehidupan. Karena untuk masa depan besok," ujar Billy.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bupati Magelang Grengseng Pamudji memberangkatkan pemudik dari Magelang ke Jakarta Ada yang ikut rombongan pagi ini? 😉 #mudik #lebaran #rantau #magelang ♬ original sound - kominfomagelang