“Makananmu Obatmu”, Kajian Kesehatan Islami Dipadati Ratusan Jemaah di Muntilan

Dilihat 16 kali
Pakar Thibbun Nabawi sekaligus alumni Darul Hadist Yaman, Ustadz Abdurrahman Dani memaparkan materi kajian "Makananmu Obatmu".

BERITAMAGELANG.ID - Lebih dari 500 jemaah putra dan putri memenuhi area Joglo Ngawen Dairy Farm, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Rabu (1/4/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk menimba ilmu dalam kajian bertajuk "Makananmu Obatmu" yang menghadirkan pakar Thibbun Nabawi sekaligus alumni Darul Hadist Yaman, Ustadz Abdurrahman Dani.


Sejak pukul 08.00 WIB, antusiasme masyarakat sudah terlihat dari deretan kendaraan yang memadati lokasi. Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (MT Salima) selaku penyelenggara mencatat bahwa kehadiran jemaah melampaui ekspektasi awal, menunjukkan tingginya kesadaran umat untuk kembali ke pola hidup sesuai tuntunan syariat.


Ketua MT Salima, Erviena, mengungkapkan rasa haru melihat antusiasme yang luar biasa ini. Pasalnya, kegiatan ini merupakan kajian perdana yang diselenggarakan pasca libur Lebaran. Selama bulan Ramadan, MT Salima memang meliburkan agenda kajian rutinnya.


"Kami merasa sangat terharu. Ternyata banyak jemaah yang sudah rindu akan ilmu dan menantikan kehadiran kajian seperti saat ini. Kehadiran lebih dari 500 jemaah ini menjadi bukti bahwa semangat belajar masyarakat tetap tinggi setelah Idulfitri," ujar Erviena di sela-sela acara.


Erviena juga membocorkan, sepanjang bulan April ini, MT Salima telah menyusun serangkaian agenda kajian menarik lainnya.


"Kami akan menghadirkan narasumber-narasumber yang berkompeten dengan tema-tema yang sangat dibutuhkan masyarakat agar dapat menerapkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan sehari-hari," tambahnya.


Dalam pemaparannya, Ustadz Abdurrahman Dani menekankan Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur hingga urusan pola makan. Mengutip QS. Al-Ahzab ayat 21, beliau mengingatkan, Rasulullah SAW adalah sebaik-baik teladan, tidak hanya dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam menjaga kesehatan tubuh.


"Jangan matikan hati dengan banyak makan dan minum. Hati itu ibarat tanaman, ia akan mati jika terlalu banyak air," ujar beliau mengutip nasihat ulama salaf.


Ustadz Dani menjelaskan apa yang masuk ke perut sangat memengaruhi perilaku dan amal seseorang. Makanan haram atau berlebihan akan cenderung membawa anggota tubuh pada kemaksiatan atau kelalaian. Beliau juga membedah secara teknis pola konsumsi Nabi, seperti keutamaan kurma tamr saat sahur untuk kestabilan gula darah, serta kurma ruthab saat berbuka yang langsung diikuti dengan salat Maghrib sebagai bentuk kedisiplinan pencernaan.


Suasana semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Jemaah tampak sangat kritis dan terbuka menyampaikan keluhan kesehatan mereka selama ini, mulai dari penyakit hingga masalah emosi yang tidak stabil.


Menanggapi keluhan jemaah yang sering merasa panas hati atau mudah emosi, Ustadz Dani memberikan solusi berbasis Thibbun Nabawi. Beliau menyarankan konsumsi makanan yang bersifat "dingin" seperti ikan laut/sungai, timun, labu, semangka, atau lidah buaya, sebagai penyeimbang kondisi tubuh.


Menutup kajian, Ustadz Dani memberikan penguatan spiritual. Merujuk pada QS. Asy-Syura ayat 30, beliau menjelaskan bahwa meski penyakit bisa jadi akibat dari pola makan yang buruk, namun bagi seorang mukmin, sakit adalah jalan penggugur dosa.


"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, hingga duri yang menusuk, kecuali Allah hapus dosa-dosanya," tuturnya menutup kajian dengan penuh hikmat.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Bupati Magelang Grengseng Pamudji memberangkatkan pemudik dari Magelang ke Jakarta Ada yang ikut rombongan pagi ini? 😉 #mudik #lebaran #rantau #magelang ♬ original sound - kominfomagelang