Ribuan Warga Berebut Ketupat Berisi Uang dan Voucher Belanja

Dilihat 36 kali
Tradisi Grebeg Ketupat Pemkab Magelang disambut antusias warga dari berbagai daerah setiap tahunnya.

BERITAMAGELANG.ID - Ribuan warga berebut ketupat berkah dalam tradisi Grebeg Kupat yang digelar Pemerintah Kabupaten Magelang di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid Sabtu (28/3).

Dalam tradisi tahunan tersebut sebanyak tujuh gunungan ketupat diarak untuk menandai rangkaian Hari Jadi Kabupaten Magelang.

Bupati Magelang, Grengseng Pamudji mengatakan Grebeg Kupat merupakan bentuk kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Sedangkan filosofi nasi putih dalam bungkus janur mencerminkan hati yang bersih, serta melambangkan kemakmuran, persaudaraan, dan simbol persatuan dalam membangun daerah.

"Secara filosofis, kupat ini melambangkan "ngaku lepat" saling mengakui kesalahan di momen Idul Fitri sebagai modal membangun ke depan," kata Bupati di sela kegiatan.

Prosesi Grebeg Kupat diawali dengan kirab tujuh gunungan dari halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An Nuur menuju lokasi Lapangan drh Soepardi atau sejauh satu kilometer.

Pada barisan depan, pasukan bergodo berjalan satu irama dalam dua lajur. Mereka mengawal Bupati dan Wakil Bupati Magelang Grengseng Pamudji dan Sahid beserta jajaran Forkompimda dan para ASN. Mereka penuh warna, dalam balutan busana Jawa sorjan, kebaya dengan iringan irama gamelan Jawa.

Sepanjang jalan warga dari berbagai daerah berjajar rapi untuk menyaksikannya. Tak sedikit pula warga yang turut dalam barisan kirab beserta keluarga. 

Bupati Magelang Grengseng Pamudji menjelaskan, jumlah tujuh gunungan yang dihadirkan merupakan presentasi tradisi Jawa yang melambangkan pertolongan, petunjuk, dan nasihat kebaikan.

"Dari tujuh gunungan itu, harapannya Kabupaten Magelang selalu mendapat berkah serta dalam menjalankan pemerintahan kami diberikan pertolongan dan petunjuk," jelas Grengseng.

Sampai di Lapangan drh Soepardi, tujuh gunungan ketupat didoakan untuk keberkahan Magelang. Ribuan warga menanti di antara kanan dan kiri tujuh gunungan ketupat yang berada di tengah.

Usai seremoni dan doa, di atas panggung Bupati Magelang Grengseng Pamudji bersama Wakil Bupati Magelang Sahid dan jajaran Forkopimda membagikan ratusan ketupat ke warga.

Momen tersebut menjadi penanda bagi ribuan warga untuk bersama sama menggrebeg ke tujuh gunungan yang terdiri dari 7.000 lebih ketupat janur tersebut.

Dalam ketupat itu berisi uang pecahan mulai dari Rp5.000 yang memang disediakan oleh pihak panitia.

"Dapat lima belas ribu, sulit rebutannya. Tapi seneng bisa ikut kirabnya juga, walau sebentar," ujar salah satu warga Mertoyudan, Sumiarsih.

Selain Grebeg Kupat, rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Magelang masih akan berlanjut dengan pertunjukan wayang orang pada malam hari serta agenda penerbangan balon udara pada Minggu pagi.

Tidak hanya melibatkan warga, tradisi tahunan Grebeg Ketupat ini juga di sambut antusias ratusan pedagang dan UMKM untuk menjual produk mereka serta melibatkan sejumlah kelompok kesenian tradisional untuk meramaikannya. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar