Jelang Ramadan, Pemkab Magelang Pastikan Stok Kepokmas Aman

Dilihat 2016 kali

BERITAMAGELANG.ID - Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di command center room, Kamis (16/3). Sekda menyebutkan, secara umum semua pihak baik Forkompimda, Pemerintah Kabupaten Magelang, stakeholder terkait dan TPID Kabupaten Magelang siap menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1444 H.


"Kondisi ketersediaan serta harga barang-barang pokok dan penting di Kabupaten Magelang menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 secara umum pada posisi aman, atau tidak terjadi kelangkaan stok serta tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan," demikian disampaikan Adi dalam rakor tersebut.


Adi menambahkan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri RI) meminta seluruh pemerintah daerah untuk dapat bersungguh-sungguh dalam pengendalian inflasi, dengan membangun kekompakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan memaksimalan Satgas Pangan di tingkat Kabupaten maupun Kota serta melakukan sembilan langkah pengendalian inflasi, guna mengantisipasi dan mengendalikan inflasi di daerah.


"Semua pihak agar berkomitmen untuk bersama-sama berusaha melakukan langkah-langkah terbaik dalam upaya pengendalian inflasi," pesannya.


Kabid Tanaman Pqngan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro Kusumaningtyas, mengungkapkan barang pokok yang mengalami surplus persediaan adalah beras, cabai merah, cabai rawit, jagung, dan telur ayam. 


"Sedangkan ketersediaan dan kebutuhan barang pokok yang mengalami defisit persediaan adalah bawang merah dan bawang putih karena Kabupaten Magelang bukan penghasil komoditas tersebut," ungkapnya.


Ade menyebutkan luas panen padi Kabupaten Magelang 12.265 hektare dengan jumlah panen 79.975 ton. Kemudian jagung memiliki luas lahan 356 hektare dengan jumlah panen 2.317 ton; cabai rawit memiliki luas lahan 632 hektare dengan jumlah panen 1.850 ton; dan bawang merah luas lahan 20 hekar memproduksi 200 ton per hektar.

 

Ade menambahkan, program unggulan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang untuk penanaman jagung seluas 100 hektare, dan ubi jalar seluas 100 hektare, keduanya dari sumber dana APBNP.


"Selain itu juga ada bantuan benih padi nutrisi untuk pengendalian stunting seluas 90 hektar, cabai seluas 400 hektar dari Kementerian Pertanian, dan bawang merah seluas 10 hektar dari provinsi," rincinya.


Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Pantjaraningtyas Putranto menyebutkan program kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai upaya pengendalian inflasi menjelang Bulan Ramadhan diantaranya menyelenggarakan kegiatan pasar murah pada 17 s.d 19 Maret 2023 di Lapangan drh. Soepardi bersamaan dengan rangkaian kegiatan HUT Kota Mungkid.


"Pada bulan Ramadan 1444 H, tanggal 12 s.d 14 April 2023 di kalaman kantor Disdagkop dan UKM," terangnya.


Disdagkop UKM juga menyusun laporan perkembangan harga dan ketersedian stok kebutuhan barang-barang pokok dan penting masyarkat yang dilaporkan secara rutin setiap hari kepada Kemendagri. 


Selain itu juga aktif memantau secara langsung ke lapangan bersama Satgas Pangan Polresta Magelang berkaitan dengan harga dan ketersedian stok barang-barang pokok dan penting masyarakat.


"Kami juga menyalurkan atau distribusi Minyakita sebanyak 4.236 karton atau 50.832 liter dan beras medium Program SPHP bersama Perum Bulog dan TPID Kabupaten Magelang," ungkap Tyas.


Juga akan dilakukan penyaluran paket sembako murah program dari Provinsi Jawa Tengah yang disalurkan untuk warga Kabupaten Magelang, berupa paket sembako dengan harga Rp70.000; penebusan seharga Rp10.000 sebanyak 13.000 paket. 


"Dilaksanakan pada Senin tanggal 20 Maret 2023. Dinas perdagangan Koperasi dan UKM hanya membantu pendistribusiannya," kata dia.


Edy Wibowo dari Perum Bulog Sub. Divre V Kedu mengungkapkan ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat ini sebanyak 3.012 ton di seluruh wilayah eks Karesidenan Kedu, sementara ketersediaan di wilayah Kabupaten Magelang sebanyak 837 ton.


Perum Bulog bekerja sama dengan Disdagkop dan UKM menyalurkan beras SPHP di 13 pasar di Kabupaten Magelang sebanyak 32,5 ton beras.


Selain itu Edy menyebutkan ketersediaan bahan pokok penting selain beras meliputi gula pasir 994 ton; minyak goreng premium 6.714 ton; Minyakita 12.996 liter; tepung terigu 4.792 ton; dan daging kerbau 5,5 ton.


"Rencana dalam waktu dekat akan segera mendatangkan daging sebanyak 5 ton dan Minyakita sebanyak 119.000 liter. Selain itu juga menyalurkan beras SPHP dan operasi pasar murah/bazar pangan murah bersama Pemda Kabupaten Magelang," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar