Mewujudkan Pendidikan Holistik Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler dalam Kurikulum Merdeka

Dilihat 10828 kali

*Oleh:  P. Budi Winarto, SPd


KURIKULUM merdeka mengamanatkan bahwa pendidikan semestinya dilakukan secara holistik. Seperti apa pendidikan yang holistik itu? Pendidikan holistik merupakan pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi siswa secara harmonis, meliputi potensi intelektual, emosional, phisik, sosial, estetika, dan spiritual. Pendidikan holistik juga sering disebut pendidikan utuh. Pendidikan utuh adalah pendidikan yang mengembangkan siswa menjadi pribadi manusia yang utuh, semua segi kehidupan berkembang. Maka, pendidikan bukan hanya mengembangkan sisi intelektual , tetapi juga harus mengembangkan sisi sosial, moral, spiritual, sisi fisik, estetis, dan sisi ekologis.  Pendidikan juga bukan hanya mengembangkan sisi kognitif, tetapi afektif dan psikomotorik siswa.

Dismpiang itu kurikulum merdeka juga mengamanatkan bahwa Sisi sosial, spiritual, estetis,afektif, psikomotorik dan yang lain, tidak dapat secara lengkap dan maju bila hanya dilakukan dalam kelas atau dalam intra kurikuler saja. Memang di kelas atau dalam kegiatan intra kurikuler, selain siswa mengembangkan sisi kognitif, siswa dapat dilatih dengan kegiatan yang praktis pula: mereka dapat melakukan praktikum, dapat bekerja sama dengan teman sehingga sisi sosialnya berkembang, mereka dapat diajak untuk mengembangkan kepekaan rasa dengan mengalami hidup bersama teman dan guru. Namun, tetap ada keterbatasan bila hanya dilakukan di kelas atau dalam kegiatan intra kurikuler.

Dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ditekankan bahwa banyak kegiatan yang mengandung nilai kemanusiaan dapat lebih dibantu dan dikembangkan dan juga lebih dirasakan oleh siswa bila dilakukan di kegiatan luar sekolah, yakni dalam kegiatan ekstra kurikuler. Misalnya, menumbuhkan jiwa sosial anak dengan hidup bersama orang sekitar atau di desa yang miskin. Menghargai perbedaan akan lebih dirasakan bila mereka dapat mengalami hidup bersama orang yang berbeda suku, agama, tingkat sosial dengan kegiatan live in. Bahkan, kerjasama dengan teman akan lebih mendalam dan terkesan bila mereka punya proyek bersama di luar sekolah,karena akan lebih intens, dan juga lebih menantang. Nilai kemasyarakatan jelas akan lebih diserap secara real saat para siswa diajak kontak dengan masyarakat secara lebih dekat.

Dalam kurikulum merdeka juga diamanatkan bahwa beberapa nilai rohani bisa menjadi lebih mendalam bila dapat dilakukan di luar sekolah, seperti  pergi  ketempat ibadah, menjalankan ibadah di masjid yang ada di luar sekolah. Kepekaan pada orang kecil lebih terbentuk saat dilakukan dengan hidup dan membantu desa yang miskin / atau tertinggal. Bahkan, kemajuan ilmu sering kali juga akan lebih berkesan saat siswa diajak untuk melihat kemajuan ilmu di perusahaan, di pusat ilmu dan studi di tempat-tempat yang ada penelitiannya.

Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Kurikulum Merdeka

Kegiatan ekstrakurikuler dalam kurikulum merdeka dapat membuat pendidikan lebih utuh, lebih lengkap, karena menambahkan sisi-sisi yang tidak atau kurang ditekankan dalam pendidikan kurikuler di kelas dan di sekolah.

Beberapa  keuntungan kegiatan ekstrakurikuler yang diamanatkan kurikulum merdeka antara lain:

  1. Mengembangkan wawasan siswa;
  2. Menambah pengalaman yang lebih mengena dan dirasakan lebih mendalam;
  3. Menggerakkan siswa karena tantangan yang dialami di luar lebih besar
  4. Pendidikan lebih disesuaikan dengan situasi yang real di masyarakat bukan hanya “buatan” di sekolah;
  5. Memberikan  variasi pembelajaran pada siswa sehingga siswa tidak bosan di kelas;
  6. Berjumpa dengan orang lain, yang bukan dari sekolahnya, memberikan inspirasi dan tantangan sendiri;
  7. Biasanya siswa lebih senang karena keluar dari sekolah.

Kurikulum merdeka mengamanatkan Kegiatan Ekstrakurikuler Perlu direncanakan Secara Matang:

  1. Kegiatan ekstrakurikuler perlu direncanakan dengan matang sebelumnya sehingga sesuai dengan tujuannya dan lebih terarah;
  2. Perlu pendampingannya dipersiapkan agar dapat berjalan dengan baik;
  3. Sekolah melihat dulu tempat dan lokasi sehingga nantinya program dapat jalan dengan lebih baik.

Kurikulum merdeka juga mengamanatkan Kegiatan Ekstrakurikuler Perlu ada Pedoman dan Refleksi:

  1. Setelah kegiatan ekstra kurikuler,siswa diajak refleksi tentang apa yang telah dialami. Refleksi ini membantu siswa menemukan makna mendalam dari apa yang dilakukan. Siswa dibantu untuk menemukan manfaat dan kegunaan dari pengalaman mereka.
  2. Untuk itu diperlukan adanya pedoman refleksi. Guru pendamping perlu mempersiapkan.
  3. Pendampingan dalam praktik sangat penting, maka pendamping pun perlu dipersiapkan.

Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilakukan dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM)

Dalam mengimplemntasikan kurikulum merdeka, ada banyak kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilakukan oleh sekolah. Sekolah terlebih dahulu memilih mana yang sesuai dengan visi misi dan nilai yang mau ditekankan pada siswa mereka. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler dapat disebutkan sebagai berikut:

  1. Live in ditempat lain yang dapat memberikan nilai penting pada siswa. Kegiatan live in bermanfaat untukmelatih penghargaan pada kelompok dan budaya lain, pengembangan semangat multibudaya. 
  2. Studi wisata di luar sekolah:  dapat ke pantai, ke perusahaan, pusat ilmu, museum sains, dan lain-lain.
  3. Praktik dan proyek lapangan: melakukan penelitian lapangan sesuai tema yang ditentukan;
  4. Kerjabakti, melakukan pengabdian kepada masyarakat tertentu di luar sekolah;
  5. Outbound,  kepramukaan, naik gunung, menelusuri jejak pahlawan, dan lain-lain, yang  lebih berbau melatih daya juang siswa dalam menghadapi tantangan berat.
  6. Pelatihan musik, tari, beladiri, lukis, drama, dan lain-lain. Kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dilakukan di lingkup sekolah bila fasilitasnya ada. Bila tidak ada fasilitasnya dapat dilakukan di sanggar atau pusat seni milik lembaga lain.

Kurikulum merdeka mengamanatkan agar siswa bertumbuh utuh (holistik), untuk itu maka  pendidikan harus menyeluruh (holistik) dan menggunakan berbagai bentuk yang diperlukan. Salah satunya adalah bukan hanya di kelas dan sekolah,tetapi  juga kegiatan di luar sekolah sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini perlu direncanakan dengan baik sehingga siswa memang mengalami kegunaan dalam pengembangan dirinya yang lebih utuh (holistik). Sekolah diharapkan lebih berani mencari peluang dan alternatif pendidikan di luar sekolah untuk melengkapi yang tidak ada di sekolah atau pun dikelas. Semoga.


*) Penulis adalah Guru SMP Pendowo Ngablak

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar