Tulisan Inspiratif Membentuk Nilai Karakter

Dilihat 66 kali
Tulisan inspiratif yang dipasang di dinding-dinding kelas dapat memantik motivasi sekaligus menanamkan nilai karakter murid dan warga sekolah secara menyeluruh.

Pada dasarnya budaya tidak terbentuk dari tindakan istimewa dan spektakuler, melainkan terbentuk dari pembiasaan dan praktik nilai yang konsisten diterapkan di satuan pendidikan. Nilai-nilai tersebut, dihayati, dihidupi, dan dievaluasi secara berkesinambungan oleh semua warga sekolah. Membangun kultur sekolah berkarakter sesungguhnya merupakan sebuah ketekunan untuk menghayati kegiatan harian, bukan mengubah mereka menjadi sekadar rutinitas, melainkan sebuah pekerjaan dan tindakan kecil yang dihayati setiap hari di lembaga pendidikan.


Tidak bisa dipungkiri, lembaga pendidikan merupakan tempat efektif untuk membentuk karakter melalui penanaman nilai-nilai moral universal bagi setiap individu yang terlibat di dalamnya. Penanaman nilai moral ini memiliki berbagai bentuk, aktivitas, pola pikir, dan pola tindak yang memerlukan keterlibatan semua anggota komunitas sekolah tanpa terkecuali. Dengan kata lain, implementasi pendidikan karakter di sekolah harus utuh dan menyeluruh, melibatkan semua warga sekolah.


Kekhasan lembaga pendidikan dikomparasikan dengan lembaga publik lainnya adalah komitmennya untuk mengedepankan berbagai aspek nilai. Nilai di sini bukannya angka-angka kuantitatif yang dimiliki murid dalam rapor setelah melakukan validasi step atau uji kompetensi, melainkan hal-hal berharga yang diyakini baik dan pantas diperjuangkan oleh setiap personal masing-masing di lingkungan sekolah sebagai satuan pendidikan (Doni Koesoema & Evy Anggraeni, 2020). 


Nilai Kebaikan


Menumbuhkan benih nilai kebaikan yang berharga dan pantas diperjuangkan oleh setiap manusia adalah tugas utama lembaga pendidikan. Oleh karena itu, terminologi lembaga yang berarti biji, kiranya tepat untuk memberi nama sebuah sekolah, sebab fokusnya tak lain yakni pembentukan nilai agar dapat terus bertumbuh.


Lingkungan sekolah yang mendorong penguatan pendidikan karakter menunjukkan tanda-tanda fisik yang makin membantu murid menghayati nilai-nilai keutamaan penting dalam hidup mereka. Untuk itu sekolah dapat memasang berbagai kata-kata mutiara, pepatah, ujaran bijak dan kata-kata inspiratif seorang tokoh sebagai sumber inspirasi murid.


Adapun caranya dapat dilakukan dengan memasang tulisan-tulisan yang menginspirasi nilai-nilai pembentukan karakter di dinding-dinding sekolah, kelas, di atas pintu sekolah, atau di barisan anak tangga. Sekolah bisa memilih mempergunakan kata-kata pepatah itu dengan bahasa aslinya atau memberikan terjemahan dwi bahasa untuk kata-kata inspiratif tersebut.  


Menuliskan tulisan inspiratif di lingkungan sekolah, selain menunjukkan lingkungan sekolah kaya akan teks sebagai bagian dari gerakan literasi sekolah, juga mencerminkan bahwa nilai-nilai tertentu itu menjadi keprihatinan dan perhatian sekolah dalam pembentukan karakter. Tulisan inspiratif bisa berasal dari ungkapan dan ujaran orang-orang bijak di masa lalu, tokoh-tokoh lokal, nasional, atau global yang telah teruji dalam sejarah sebagai individu yang berintegritas.


Tulisan inspiratif tersebut termasuk dalam makna motivasi literasi. Implikasi motivasi literasi adalah ungkapan-ungkapan inspiratif yang dirancang khusus untuk membangkitkan spirit membaca, menulis, dan mengelaborasikan kemampuan literasi. Pemahaman motivasi yang dimaksud tidak hanya semata-mata imbauan untuk membaca buku, tetapi lebih dari itu, perlu diberikan pemahaman terkait urgensi literasi dalam simpul-simpul kehidupan baik saat ini maupun masa mendatang. 


Banyak contoh tulisan inspiratif sebagai pemantik motivasi yang dapat menjadi referensi. Seperti satu halaman yang dibaca hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih cerah. Makna dalam motivasi tersebut yakni mendorong konsistensi dalam membaca meski hanya sedikit setiap hari. Jadikan kelas sebagai tempat untuk mengasah potensimu. Sedangkan makna dalam motivasi ini adalah potensi masing-masing murid dapat ditempa di kelas sebagai ruang dialog yang saling memberikan pencerahan. Dari siratan makna yang tersirat di balik yang tersurat jelas dapat memantik motivasi masing-masing pribadi untuk mengembangkan diri.


Tulisan inspiratif, seperti kutipan motivasi, cerita pendek, atau kata-kata bijak yang dipajang di kelas atau lingkungan sekolah, memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Hal ini bukan sekadar hiasan dinding, melainkan alat psikologis untuk memengaruhi pola pikir dan perilaku murid secara positif.


Adapun manfaat tulisan inspiratif di lingkungan satuan pendidikan antara lain, pertama menumbuhkan motivasi dan spirit belajar. Tulisan yang inspiratif membantu menumbuhkan semangat, gairah, dan rasa senang dalam belajar, yang pada akhirnya mendorong murid untuk belajar lebih tekun. Motivasi tinggi ini berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar murid.


Kedua, membangun growth mindset (pola pikir positif). Kutipan motivasi yang menekankan usaha dan ketahanan (resiliensi) membantu murid untuk melihat kesulitan sebagai tantangan yang harus dihadapi. Penguatan ini akan membantu membangun keyakinan diri dan harapan untuk menatap masa depan yang penuh pergumulan juga tantangan.


Ketiga, menciptakan lingkungan belajar menyenangkan. Tulisan inspiratif yang dipasang di lingkungan sekolah akan memberikan kontribusi positif untuk menciptakan suasana belajar yang membuat rasa bahagia. Lingkungan pembelajaran tersebut lebih menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual perlu dirancang lebih fleksibel yang representatif serta mampu menstimulasi kerja sama, refleksi, eksplorasi dan berbagai ide yang masuk, sehingga ekpetasinya dapat mengakomodasi berbagai temperamen atau gaya belajar murid secara lebih optimal. 


Keempat, menanamkan nilai karakter. Tulisan inspiratif secara implisit dapat menanamkan nilai karakter pada pribadi masing-masing murid terutama terkait dengan nilai-nilai kehidupan karena mampu menggugah emosi, memberikan pelajaran moral, dan mendorong motivasi untuk berubah menjadi lebih baik. Melalui kisah nyata maupun fiksi, tulisan inspiratif menyajikan contoh konkret perilaku positif yang dapat ditiru.


Dengan demikikan tulisan inspiratif berfungsi sebagai media literasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berbasis pada nilai-nilai kebaikan. Di samping itu secara keseluruhan, kata-kata inspiratif berfungsi sebagai energi dan arah yang membantu murid melihat makna mendalam dari pendidikan untuk meraih masa depan yang lebih baik.


Variasi Tulisan Inspiratif


Tulisan inspiratif yang dipasang di lingkungan sekolah ataupun juga di kelas tidak harus sama setiap tahun. Sekolah dapat menawarkan variasi tulisan inspiratif yang baru. Sebelumnya tentu ide tersebut perlu dibahas, dibicarakan, dan didialogkan dengan seluruh anggota komunitas sekolah.


Perubahan tulisan inspiratif tersebut akan membuat setiap individu merasa memiliki sekolah apabila dalam menentukan dan menyeleksi pilihan kata-kata inspiratif anggota komunitas sekolah dilibatkan. Sekolah dapat membuat ruang usulan kata-kata inspirasi yang perlu dipasang.


Alternatifnya sekolah dapat menyelenggarakan lomba memilih kata-kata inspiratif dengan menjelaskan alasan seseorang mengajukan dan mengusulkan kata-kata inspiratif tertentu. Melibatkan anggota komunitas untuk menentukan kata-kata inspiratif yang akan dipasang di sekolah merupakan sarana membangun rasa memiliki atas program-program dan kegiatan sekolah.


Lebih ditegaskan kembali tulisan inspiratif bukan hanya sekadar hiasan dinding atau pajangan dalam balutan estetika, melainkan alat psikologis untuk memengaruhi pola pikir dan pola tindak seluruh warga sekolah termasuk murid serta membentuk nilai karakter positif secara holistik. 


Penulis: Drs. Ch. Dwi Anugrah, M.Pd., Guru Seni Budaya SMK Wiyasa Magelang

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar