Wisata Religi ke Masjid Langgar Agung Diponegoro

Dilihat 4661 kali
Masjid Langgar Agung Diponegoro yang semula berupa Langgar menjadi petilasan perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda.

BERITAMAGELANG.ID - Selain kaya akan panorama keindahan alam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah juga padat akan sejarah masa lampau. Tidak hanya beragam cecandian yang tersebar di wilayah yang dikelilingi lima gunung tersebut. Tetapi juga peristiwa sejarah perjuangan bangsa yang kerap terjadi di tanah Magelang di masa silam. 


Mendengar nama Langgar Agung Diponegoro, tak banyak masyarakat yang tahu, termasuk mengetahui akan kadar sejarah yang menyertai bangunan yang kini masih berdiri kokoh di komplek MA/MTs Diponegoro. 


Tepatnya di Dusun Kamal, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman. Langgar Agung sekarang ini disebut Masjid Langgar Agung. Dinamakan Masjid Langgar Agung karena ukurannya kecil mirip ukuran Langgar, namun karena jamaahnya banyak dan saat ini seiring berjalannya waktu bangunan diperbesar dan bisa digunakan untuk salat Jumat, sehingga lambat laun dinamakan Masjid Langgar Agung. 


Masjid Langgar Agung hingga kini masih digunakan oleh masyarakat Dusun Kamal, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya seperti Haul Pangeran Diponegoro.


Dari penuturan sesepuh masyarakat Desa Menoreh, Kyai Djarwani, lokasi sekitar Masjid dulunya merupakan hutan belantara. Saat itu Pangeran Diponegoro akan berangkat berunding dengan pihak Belanda di Magelang. 


"Ketika pasukan Diponegoro hendak melaksanakan salat, dibuatlah tatanan batu untuk alas salat, atau Langgar. Hal itu menjadi awal mula bangunan tersebut berdiri dan menjadi bagian dari sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro," ungkap Kyai Djarwani. 


Dalam perkembangannya, sekitar tahun 1960-an, atas prakarsa Jenderal Sarwo Edi Wibowo dimulailah pembuatan pondasi masjid, dengan letak pengimaman berada di atas tatanan batu alas salat itu. Tahun 1972 pembangunan Masjid selesai dilakukan dan kemudian disematkan nama Masjid Langgar Agung.


Sampai saat ini Masjid Langgar Agung masih dimanfaatkan warga, termasuk pada saat peringatan Haul atau peringatan hari wafat Pangeran Diponegoro yang diperingati setiap 8 Januari. 


"Bangunan Masjid Langgar Agung tepat di tengah sekolah MA/MTs Diponegoro, dan setiap tahun dilaksanakan peringatan Haul Pangeran Diponegoro tepat pada tanggal 8 Januari.


Dan dua tahun sekali peringatan Haul Pangeran Diponegoro dilaksanakan secara akbar, dengan berbagai perlombaan bernuansa Islami," ungkap Kepala MTs Diponegoro, Muhaiminul Hakim. 


Sementara itu, Pemerhati sejarah Magelang asal Tempuran, Narwan S Kelana, S.Pd menuturkan, keberadaan Langgar Agung Diponegoro harus dipromosikan sebagai obyek wisata sejarah, agar generasi muda memahami sejarah perjuangan bangsa ini. 


"Langgar Agung Diponegoro sementara ini memang kalah populer dengan  lokasi sejarah lainnya, seperti Museum Diponegoro, Museum Soedirman yang lebih sering dikunjungi masyarakat. 


Jika Langgar Agung Diponegoro dapat dikemas dalam wisata sejarah dan religi, saya kira akan bagus untuk menambah pengetahuan sejarah bagi generasi muda," tandas Narwan. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar