Pemasangan Chattra Stupa Induk Candi Borobudur Dibatalkan

Dilihat 2333 kali
Pemasangan Catrra (Payung) di Stupa Induk Candi Borobudur di batalkan.

BERITAMAGELANG.ID - Berdasar kajian teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemasangan Chatrra (payung) di stupa induk Candi Borobudur di batalkan. Sebelumnya direncanakan, pemasangan tetap akan dilaksanakan dan akan diresmikan dan 18 September 2024 mendatang.

"Dari hasil kajian oleh BRIN menyebutkan, kekuatan struktur stupa induk candi sangat lemah dan sangat berbahaya bila Chatrra tetap dipasang," demikian penjelasan Koordinator Museum Dan Cagar Budaya (MCB) Unit Borobudur, Wiwit Kasiyati.

Ia mengungkapkan, berdasarkan kajian teknis dari BRIN yang berakhir 9 September kemarin, lembaga ini  merekomendasikan  Chattra tidak jadi dipasang.

Wiwit mengatakan, selain kajian teknis dari BRIN, juga berdasarkan kajian dari Museum Cagar Budaya Unit Borobudur. Yakni, material batuan Chattra hasil rekontruksi Theodoor Van Erp pada 1907-1911 silam tidak batuan asli candi.

Jadi data hasil kajian dari tim arkeolog Balai Konservasi Borobudur pada 2018 dan hasil kajian teknis dari BRIN saling melengkapi. Yakni, Chatrra hasil rekontruksi van Erp tidak akan dipasang," ujarnya

Menurut Wiwit, dari kedua data ini menjawab, bahwa Chattra rekontruksi van Erp yang saat ini sudah dibongkar, tidak akan disusun coba  dan tidak akan dipasang di stupa induk candi.Nantinya batuan Chattra  akan dipindahkan ke tempat yang baik dan dibiarkan terurai.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Desa Borobudur meminta agar pemasangan Chattra (payung)  stupa induk Candi Borobudur ditunda pemasangannya. Permintaan penundaan pemasangan Chattra tersebut adanya kekhawatiran terhadap nilai sejarah dan keaslian Candi Borobudur dan diperlukan kajian yang mendalam.

Lukman Fauzi Mudasir, Koordinator Daya Desa Borobudur mengatakan, pemasangan Chatrra terkesan buru-buru dan  terlalu dipaksakan. Padahal pemasangan bebatuan candi tidak semudah itu dan diperlukan kajian yang mendalam.

Ia menekankan, Candi Borobudur tidak  hanya simbol spiritual bagi umat Buddha. Melainkan, merupakan warisan budaya yang penting bagi seluruh dunia. Untuk itu,  segala bentuk intervensi terhadap Borobudur harus dilakukan dengan kehati-hatian. Termasuk melakukan kajian dan penelitian yang mendalam, dan  disesuaikan kaidah sejarah dan arkeologi.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 📢 Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Ketentuan di Bidang Cukai Dinas Perdagangan, Koperasi & UKM Kabupaten Magelang menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai pada Kamis, 9 Juli 2026. Materi yang dibahas meliputi: ✅ Pengertian, fungsi, dan jenis Barang Kena Cukai (BKC) ✅ Cara membedakan rokok resmi dan rokok ilegal ✅ Aturan distribusi, penjualan, dan penyimpanan minuman beralkohol Kegiatan ini diikuti oleh Satlinmas, Babinsa, dan perangkat Desa Borobudur sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta pengawasan terhadap peredaran Barang Kena Cukai. 🚫 Bersama hentikan peredaran barang ilegal demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. #GempurRokokIlegal #Cukai #magelang #Borobudur ♬ original sound - kominfomagelang