Ribuan Umat Muslim Padati Pengajian Milad Ponpes Al Iman Muntilan

Dilihat 2631 kali
Jamaah membludak Ngaji Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng dalam Milad PPI Al Iman Muntilan Jumat (16/03)

BERITAMAGELANG.ID - Ribuan umat muslim antusias ikuti pengajian Kebangsaan bersama Kelompok Kyai Kanjeng Cak Nun di Pondok Pesantren Islam Al Iman Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Jumat (16/03) malam.


Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali pengajian akbar rangkaian Milad ke 71/ 31 tahun PPI Al Iman Muntilan bersama grup musik religi Kyai Kanjeng dan pentas seni nusantara dari santri Ponpes Al Iman Muntilan.


Dalam sambutannya di depan ribuan jamaah Makiyah (sebutan untuk komunitas pengajian Kyai Kanjeng) Pimpinan PPI Al Iman, Kyai Muhammad Dzuhaery mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan kebersamaannya selama ini, sehingga Pondok Modern Al Iman Muntilan mampu bertahan hingga 71 tahun dalam upaya mencerdaskan generasi bangsa.


"Doa restu dan dukungan dari masyarakat merupakan energi positif bagi Pondok Al Iman, sehingga dapat bertahan selama 71 tahun sejak didirikan oleh Kyai H Muhammad Alwan tahun 1942, dan 31 tahun untuk proses pendidikan Boarding school dengan ratusan santri dari seluruh nusantara," tuturnya.


Lebih lanjut Dzuhaery berharap, bangunan silaturahmi yang sudah terjalin antara pihak pondok dan masyarakat akan semakin kokoh dan istiqomah demi kemaslahatan umat.


"Pondok Pesantren Islam Al Iman bagaikan seorang ibu dengan pengabdian dan penuh ketulusan dalam mendidik para santrinya. Bukan dari materi maupun tradisi internal keluarga yang membuat pesantren Al Iman bisa istiqomah, namun dukungan masyarakatlah yang menjadikan Ponpes Al Iman bertahan," jelas Dzuhaery.


Hujan deras tidak menyurutkan ribuan umat muslim untuk beranjak, mereka tetap khidmat mendengar tausyiah dan syair religi dari Cak Nun. Dengan tertib mereka duduk lesehan di depan panggung lapangan olah raga PPI Al Iman hingga meluber ke jalan utama Muntilan Talun di lereng Gunung Merapi itu.


Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo yang hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat dalam acara tersebut mengungkapkan mimpinya kepada santri untuk bercita-cita menjadi personil polisi setelah lulus dari pesantren kelak.


"Menjadi polisi selain kebanggan juga bisa menjadi ladang amal akhirat karena hal itu  sesuai semangat instansi kepolisian untuk memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Jika para santri menjadi Polisi bisa menegakkan amar makruf nahi munkar dengan dasar ilmu agama kuat dan akhlak yang mulila," jelas Hari.


Selama menuntut ilmu di pesantren, selain pendidikan agama, para santri juga mendapat bekal nilai disiplin, kebersamaan dan kemandirian yang sesuai dengan dasar-dasar menjadi personil Polisi, lanjut Hari.


"Selain bersilaturahmi di Ponpes Al Iman Ini, saya menaruh harapan besar agar kelak para santri bisa mengabdikan diri kepada negara dengan menjadi polisi. Saya juga merupakan alumni dari sebuah Madrasah di Semarang," ungkap Hari.


Pengajian akbar ini merupakan rangkaian kegiatan Milad PPI Al Iman yang ke 71. Sebelumnya, pada Jumat (09/03) telah digelar prosesi sujud syukur ditempatinya asrama baru Nusantara 1 dan pada puncak acara Milad (20/03) akan digelar sarasehan Nasional bersama sejumlah tokoh diantaranya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin, dan Kepala Unit Kerja Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) Yudi Latif Ph.D.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar