Seret Pasokan, Pengepul Cabe Keriting Merugi

Dilihat 4362 kali
Penyortiran cabai keriting di pengepul Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Jawa Tengah untuk dijual ke luar Jawa

BERITAMAGELANG.ID - Petani sekaligus pengepul cabai di Desa Ngadipuro Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah mengeluhkan kenaikan harga cabai keriting saat ini tidak menguntungkan. Bahkan harga tersebut tanpa mendapat laba. 

"Selain belum menguntungkan bagi petani, kondisi cuaca ekstrim dan harga yang cenderung naik juga menyulitkan para pengepul cabai, karena mereka kesulitan mencari pasokan," kata Nurhadi, Minggu (13/05). 

Menurut Nurhadi, dalam satu pekan ini harga cabai keriting merangkak naik seribu rupiah per kilogramnya.

"Semula harga cabai keriting hanya kisaran Rp 23.000 per kilogramnya. Saat ini harga beli dari petani sudah Rp 24.000 per kilogram," lanjutnya. 

Selain menjelang bulan suci Ramadhan, tambah Nurhadi, kenaikan harga cabai keriting kali ini dipicu pula faktor cuaca esktrim yang sulit diprediksi. Sehingga meski harga terus naik, para petani mengalami rugi besar, karena tanaman cabai mereka gagal panen, bahkan mati akibat cuaca ekstrim di awal masa tanam. 

Selain petani yang terpuruk, pengepul juga menanggung rugi karena harga beli tinggi sulit mendapat laba.

"Harga jual untuk wilayah Sumatera masih di kisaran Rp 23.000 per kilogram. Harga itu belum termasuk biaya operasioal pengiriman," tambahnya. 

Saat cuaca bersahabat, dari wilayah lereng Gunung Merapi, pengepul cabai seperti Nurhadi biasa mengirim cabai berkualitas ke Jakarta, Medan dan Lampung minimal 1 - 5 kwintal per hari. Namun, saat ini sangat terbatas, tak lebih dari 10 ton. 

Baik pengepul maupun petani hanya bisa pasrah dengan kerugian yang harus mereka tanggung.  Nurhadi juga memperkirakan seretnya pasokan cabai itu dikhawatirkan akan memicu harga cabai semakin melambung. 

"Diperkirakan harga akan terus merangkak naik karena pasokan sedikit dan menghadapi bulan puasa," tutup dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar