11 Sekolah Jadi Pilot Project Program Adiwiyata Tahun Ini

Dilihat 66 kali
Sebanyak 11 sekolah di Kabupaten Magelang menjadi pilot project program sekolah Adiwiyata, disampaikan pada FGD di ruang Kalpataru DLH Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, terus meningkatkan program Aksi Akselarasi Jaringan Kerja Adiwiyata (Aksi Jenaka) tahun 2026 sebagai upaya percepatan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata di Kabupaten Magelang. Sekolah Adiwiyata mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan hidup, baik di sekolah maupun di masyarakat.

"Tujuannya mewujudkan pelaksanaan program yang optimal, yang melalui pembangunan dan pemuatan jejaring multi pihak," kata Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PSPKLH) pada DLH Kabupaten Magelang, Uswatun Wulandari,  saat FGD di ruang Kalpataru DLH Kabupaten Magelang, Senin (25/5/2026).

Ada 11 sekolah menjadi pilot project program Adiwiyata tahun 2026, yakni SMKN 1 Kecamatan Salam, SLB Ma'arif Muntilan, SMP Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, SMP Pangudi luhur Srumbung, MTsN 1 Borobudur, SDN Girikulon Secang, SDN Karanganyar Borobudur, SD Kanisius Sukorejo 2 Mertoyudan, SD Muhammadiyah 1 Muntilan, MIN 5 Magelang Kecamatan Borobudur dan SMPN 2 Borobudur.

Menurut Uswatun Wulandari, program ini merupakan  terobosan DLH Kabupaten Magelang, dalam  Aksi Jenaka sekolah Adiwiyata, sesuai dengan visi misi Bupati Magelang Anyar Gres, diantaranya adalah meningkatkan pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan lingkungan, sumber daya alam yang berkelanjutan, serta tanggap terhadap bencana dan lestari alame.

Saat ini, masih banyak sekolah di lingkungan Kabupaten Magelang yang belum memahami pelestarian lingkungan hidup, dan belum optimal dalam pelaksanaan sekolah Adiwiyata, karena cakupannya masih rendah.

"Maka dunia usaha juga didorong untuk membantu dalam pelestarian lingkungan," ungkapnya.

Dari 1.223 sekolah, baru 153 sekolah atau 12,46 persen yang sudah Adiwiyata. Maka isu yang ada, dipilah melalui desa Proklim (program kampung iklim), karena dari 372 desa, baru 159 desa Proklim atau 42,74 persen.

"Aksi Jenaka Sekolah Adiwiyata ini, melibatkan semua pihak, termasuk OPD, perguruan tinggi, ormas, dunia usaha dan pegiat lingkungan, agar berdampak nyata dalam pengelolaan lingkungan bisa lebih baik," ujarnya.

Staf Pengendali Dampak Lingkungan pada DLH Kabupaten Magelang, Sambodo menambahkan,  program sekolah Adiwiyata ini ada beberapa indikator, diantaranya untuk meningkatkan lingkungan hidup yang peduli dan berperilaku ramah serta berbudaya lingkungan. Akselarasi jaringan kerja Adiwiyata, sebagai upaya percepatan pelaksanaan program sekolah Adiwiyata oleh DLH.

"Indikatornya meliputi kebijakan, proses pembelajaran, kegiatan bersifat partisipatif dan sarana prasarana di sekolah, begitu juga aspek lingkungan hidup, termasuk kebersihan, sanitasi dalam penghematan air serta pembuatan lubang biopori dan lainnya," kata dia.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang Dalam rangka Waisak 2570 BE, bakti sosial pengobatan gratis WALUBI kembali hadir di Candi Borobudur. Melibatkan ribuan tenaga medis lintas agama, tradisi selama 30 tahun ini terus berlanjut demi meringankan beban sesama. Selamat Hari Raya Waisak 2026. #waisak #vesak #borobudur #magelang24jam ♬ original sound - kominfomagelang