Antisipasi Aus, Tangga Candi Borobudur Akan Dilapisi Kayu

Dilihat 3310 kali
Ramainya kunjungan wisatawan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang Jawa Tengah pada Minggu (9/2/2020).

BERITAMAGELANG.ID - Balai Konservasi Borobudur (BKB) berencana melapisi tangga Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menggunakan papan kayu jati. Upaya itu untuk melindungi batuan dari pelapukan. 


"Jenis kayu jati nanti akan digunakan untuk melapisi tangga Candi Borobudur," kata Kepala  BKB Tri Hartono usai pembukaan Ruwat Rawat Borobudur di Pelataran Kenari Candi Borobudur, Minggu (9/2/2020).


Dalam uji coba, BKB menggunakan pelapisan dari kayu dan karet. Hasilnya pelapisan dari bahan kayu lebih baik dan artistik.


"Perbandingannya kayu jati lebih bagus, lebih lentur, sedangkan bahan dari karet kalau terkena panas jadi mengeras," ujarnya.


Ia menyampaikan, terkait anggaran untuk pelapisan tangga candi tersebut, masih dalam penghitungan. Nantinya, keempat sisi tangga Candi peninggalan Wangsa Syailendra itu akan dilapisi kayu semua. Kemudian juga lapisan melingkar di lantai tujuh.

Pihak BKB berharap nantinya pengunjung naik ke atas sampai lantai tujuh, kemudian berkeliling di lantai itu dan terus turun. 


"Jadi pengunjung hanya sampai ke lantai tujuh untuk lantai delapan dan sembilan bisa dilihat dari bawah," katanya.


Tri menuturkan, rencananya, pengunjung naik Candi Borobudur hanya dibatasi sampai lantai tujuh karena jika dilihat di lantai delapan dan sembilan mengalami keausan yang cukup parah.


"Keausan batu lantai paling parah di lantai delapan dan sembilan karena biasanya pengunjung berkeliling di situ," katanya.


Berdasarkan hitungan keausan batu lantai, terang Tri, mencapai 0,2 milimeter per tahun dengan jumlah pengunjung 2 juta orang. Jika tahun ini jumlah pengunjung mencapai 4 juta orang mestinya keausan mencapai 0,4 milimeter dalam setahun.


"Kalau dikalikan 10 tahun maka keausan sudah 4 sentimeter sehingga krowak (menimbulkan lubang besar),” tegasnya.


Dari hasil observasi BKB, kondisi untuk keausan batu tangga paling parah berada pada sisi timur karena untuk naik pengunjung.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang