Festival Balon Udara Candi Ngawen Makin Meriah

Dilihat 54 kali

BERITAMAGELANG.ID - Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, pagi yang hangat di kawasan Candi Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (315/2026) berubah menjadi panggung harmoni yang memikat. Di antara jejak batuan cagar budaya yang sarat sejarah, puluhan balon udara berwarna-warni perlahan mengangkasa, menciptakan panorama yang memadukan keindahan visual, nilai spiritual, dan denyut kehidupan masyarakat.

Festival balon udara yang digelar sejak pagi ini tak sekadar menjadi tontonan, melainkan perayaan yang menyatukan spiritualitas, budaya, dan pariwisata dalam satu ruang yang hidup. Kehadiran warga lokal hingga wisatawan dari berbagai daerah menambah semarak suasana, sekaligus mempertegas makna peringatan Waisak sebagai momentum harmoni, perdamaian, dan kebersamaan lintas budaya.

Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudianto menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai, kegiatan ini menjadi wujud nyata gerakan bersama dalam menjaga warisan budaya sekaligus melestarikan tradisi yang telah mengakar di masyarakat.

"Ini simbol harmoni dan kreativitas masyarakat untuk membawa pariwisata Magelang lebih luas," ujar David.

Menurutnya, festival ini lebih dari sekadar atraksi, tapi juga menjadi ruang tumbuh bagi pelaku seni dan UMKM. Kehadiran mereka menciptakan perputaran ekonomi kreatif yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Muntilan. Dalam suasana yang sarat nilai budaya, geliat ekonomi pun terasa hidup, menegaskan kemajuan daerah berakar pada partisipasi aktif masyarakatnya.

Kepala Desa Ngawen, Daru Hapsari menjelaskan, festival balon udara merupakan bagian dari rangkaian Festival Bhumi Mandala yang rutin digelar setiap tahun. Ia menyebutkan, sebanyak 25 balon udara diterbangkan setelah melalui proses persiapan selama kurang lebih enam bulan, termasuk pengurusan perizinan dari berbagai pihak terkait seperti AirNav, Polda Jawa Tengah, hingga PLN, guna memastikan keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan.

"Sebanyak 25 balon diterbangkan dengan ketinggian sekitar 30 meter, terdiri dari 20 balon untuk masyarakat umum dan lima balon yang diperuntukkan bagi tamu VVIP," kata Daru.

Ia menambahkan, festival ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, duta besar dari beberapa negara, hingga perwakilan Dirjen Bimas Buddha. Hal ini menunjukkan Festival Bhumi Mandala tidak hanya memiliki daya tarik lokal, tetapi juga mulai dilirik dalam skala yang lebih luas.

Antusiasme pengunjung pun terlihat sejak pagi hari. Puspita, salah satu pengunjung asal Temanggung, mengaku telah tiba sejak pukul 06.00 WIB bersama anak-anaknya demi menyaksikan momen langka tersebut.

"Tahun lalu saya juga datang, tapi hanya ada sekitar 14 balon. Tahun ini lebih meriah dengan 25 balon, jadi semakin menarik. Selain itu, kami juga bisa menyaksikan prosesi Festival Bhumi Mandala," ungkapnya.

Tak hanya dari Muntilan, pengunjung juga datang dari berbagai wilayah seperti Kota Magelang, Kulonprogo, Temanggung, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka larut dalam suasana yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan pengalaman tentang kebersamaan dalam keberagaman.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang