Ustaz ANB: Kaya Sejati Lahir dari Hati

Dilihat 302 kali
Ustadz Ammi Nur Baits membedah karya terbarunya yang bertajuk "Harta Derita Wanita".

BERITAMAGELANNG.ID - Gemericik aliran Sungai Progo yang membelah perbatasan Kabupaten Magelang dan Kulon Progo Yogyakarta menjadi saksi bisu perhelatan spiritual yang menyejukkan. Bertempat di Masjid Bani Dawam, Ngluwar, ratusan jemaah lintas provinsi berkumpul untuk mencari ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk duniawi, Minggu (31/5/2026).

Acara yang diinisiasi Majelis Taklim Sahabat Muslimah Muntilan (MT Salima) ini menghadirkan ulama pakar fikih kontemporer, Ustaz Ammi Nur Baits. Dalam kesempatan tersebut, beliau membedah karya terbarunya yang bertajuk "Harta Derita Wanita".

Di hadapan jemaah yang datang dari wilayah Magelang hingga Yogyakarta, Ustaz Ammi menegaskan, kunci kebahagiaan hidup bukan terletak pada nominal angka di buku tabungan, melainkan pada sifat qanaah (merasa cukup).

"Kaya yang sejati itu bukan karena banyaknya harta, tapi kaya hatinya," urai Ustaz Ammi mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

Beliau juga mengutip pesan legendaris Imam Syafi'i, yaitu ketika seseorang memiliki hati yang qanaah, maka derajatnya setara dengan raja dunia.

Suasana masjid semakin khidmat saat Ustaz Ammi menarik garis sejarah ke masa Umahatul Mukminin. Ia mengingatkan, gelar "Ibu bagi orang beriman" disandang para istri Nabi karena ketangguhan mereka memilih akhirat di atas gemerlap dunia.

Dalam bedah buku "Harta Derita Wanita", Ustaz Ammi merangkum tiga penyebab utama konflik rumah tangga terkait materi, yaitu Suami yang tidak bertanggung jawab, Suami yang tidak mampu secara ekonomi, Tuntutan istri yang berlebihan.

Sebagai solusi, Ustaz Ammi menekankan pentingnya membedakan antara Keputusan Takdir dan Keputusan Syariat. Menurutnya, ibadah terhadap takdir adalah dengan rida, sementara ibadah terhadap syariat adalah dengan taat.

Materi yang disampaikan memberikan kesan bagi para jemaah, salah satunya Nunuk. Wisatawan asal Semarang yang sedang berlibur di Magelang ini sengaja hadir untuk mengikuti kajian.

"Apa yang disampaikan Ustaz sangat jelas dan menambah pemahaman saya sebagai istri dan ibu. Terutama penjelasan tentang ketetapan takdir dan syar'i, ini membuat kita lebih tenang dalam mendudukkan perkara harta dalam keluarga," ungkap Nunuk antusias.

Kajian di tepian Sungai Progo ini pun berakhir dengan pesan kuat bagi para jemaah untuk selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang