BERITAMAGELANG.ID - Ratusan pasang mata seolah terbius oleh harmoni dawai musik keroncong dalam malam puncak pagelaran "Keroncong Serawung Rembulan" yang digelar di Bhumi Atsanti, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026) malam.
Kehadiran musisi kenamaan Panji Sakti yang berkolaborasi dengan orkes Tresnawara menjadi magnet utama yang menghanyutkan emosi penonton di bawah sinar rembulan. Kolaborasi ini berhasil mengunci perhatian audiens melalui lirik-lirik puitis dan aransemen keroncong segar, menciptakan atmosfer magis.
Sebelum bintang utama naik ke panggung, penonton terlebih dahulu dibuat kagum oleh keberanian musisi muda dari SMP Pangudi Luhur Moyudan dan SMA Santo Yosef Surakarta. Setelah melewati masterclass intensif selama dua hari, para siswa ini berhasil menepis stigma bahwa keroncong adalah musik kuno.
"Pengalamannya sangat mind blowing. Kami belajar banyak hal baru tentang seluk-beluk keroncong yang ternyata sangat menyenangkan untuk dibawakan," ungkap Rafaela, vokalis dari SMA Santo Yosef.
Meskipun sempat merasa takut dengan ketegasan para mentor di awal sesi, para peserta justru merasa bangga bisa membuktikan bahwa anak muda mampu menjaga marwah musik asli Indonesia.
Suasana semakin meriah saat orkes Tresnawara mengambil alih panggung. Dengan format chamber orchestra, mereka membawa misi filosofis untuk tetap setia pada budaya tradisi sambil terus mengeksplorasi idiom musik modern agar tidak hanyut oleh arus globalisasi.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan budaya, dilakukan pula prosesi penyerahan sertifikat secara resmi kepada para peserta dan mentor di sela-sela kemeriahan acara.
Camat Borobudur, Subiyanto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengamankan budaya nasional di tengah modernisasi.
"Ini adalah sebuah acara yang sangat kita nantikan untuk pemeliharaan dan mengamankan budaya kita. Kami sangat berterima kasih kepada Bumi Atsanti yang telah giat membina kesenian dan kebudayaan di Borobudur," ujarnya.
Subiyanto juga berharap agar talenta muda terus muncul dan kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Melalui "Serawung Rembulan", musik keroncong terbukti bukan hanya sekadar nada, melainkan jembatan rasa yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui tangan-tangan kreatif generasi muda dan kepiawaian para maestro.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar