Keroncong Serawung Rembulan Jadi Magnet Penonton

Dilihat 270 kali
Musisi kenamaan Panji Sakti berkolaborasi dengan Tresnawara di Bhumi Atsanti, Borobudur.

BERITAMAGELANG.ID - Ratusan pasang mata seolah terbius oleh harmoni dawai musik keroncong dalam malam puncak pagelaran "Keroncong Serawung Rembulan" yang digelar di Bhumi Atsanti, Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/5/2026) malam.

Kehadiran musisi kenamaan Panji Sakti yang berkolaborasi dengan orkes Tresnawara menjadi magnet utama yang menghanyutkan emosi penonton di bawah sinar rembulan. Kolaborasi ini berhasil mengunci perhatian audiens melalui lirik-lirik puitis dan aransemen keroncong segar, menciptakan atmosfer magis.

Sebelum bintang utama naik ke panggung, penonton terlebih dahulu dibuat kagum oleh keberanian musisi muda dari SMP Pangudi Luhur Moyudan dan SMA Santo Yosef Surakarta. Setelah melewati masterclass intensif selama dua hari, para siswa ini berhasil menepis stigma bahwa keroncong adalah musik kuno.

"Pengalamannya sangat mind blowing. Kami belajar banyak hal baru tentang seluk-beluk keroncong yang ternyata sangat menyenangkan untuk dibawakan," ungkap Rafaela, vokalis dari SMA Santo Yosef.

Meskipun sempat merasa takut dengan ketegasan para mentor di awal sesi, para peserta justru merasa bangga bisa membuktikan bahwa anak muda mampu menjaga marwah musik asli Indonesia.

Suasana semakin meriah saat orkes Tresnawara mengambil alih panggung. Dengan format chamber orchestra, mereka membawa misi filosofis untuk tetap setia pada budaya tradisi sambil terus mengeksplorasi idiom musik modern agar tidak hanyut oleh arus globalisasi.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam melestarikan budaya, dilakukan pula prosesi penyerahan sertifikat secara resmi kepada para peserta dan mentor di sela-sela kemeriahan acara.

Camat Borobudur, Subiyanto mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga dan mengamankan budaya nasional di tengah modernisasi.

"Ini adalah sebuah acara yang sangat kita nantikan untuk pemeliharaan dan mengamankan budaya kita. Kami sangat berterima kasih kepada Bumi Atsanti yang telah giat membina kesenian dan kebudayaan di Borobudur," ujarnya.

Subiyanto juga berharap agar talenta muda terus muncul dan kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Melalui "Serawung Rembulan", musik keroncong terbukti bukan hanya sekadar nada, melainkan jembatan rasa yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan melalui tangan-tangan kreatif generasi muda dan kepiawaian para maestro.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang