BERITAMAGELANG.ID - Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) mencanangkan program resik-resik situs di kawasan Candi Borobudur setiap hari Jumat.
Kegiatan yang rencananya akan diadakan setiap Jumat tersebut diikuti oleh seluruh karyawan BKB menyasar kepada sembilan situs yang berada di Kawasan Candi Borobudur.
âSelain Borobudur, Pawon dan Mendut, kami kan juga ada sembilan situs yang lain yang perlu dipelihara seperti situs Samberan, Brongsongan dan lain sebagainya," kata Koordinator Perlindungan Balai Konservasi Borobudur, Muhammad Taufik, Jum'at (21/1).
Menurutnya, pada hari Jumat (21/1) terdapat 4 situs yang dibersihkan yaitu Situs Samberan, Situs Dipan, Situs Sendang dan Situs Brongsongan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelestarian cagar budaya.
âBagaimanapun juga itu (situs) masuk di wilayah kawasan cagar budaya, makanya kita tidak boleh tinggal diam, harus bersih seperti (Candi) Borobudur," lanjutnya.
Selain karyawan Balai Konservasi Borobudur yang terlibat, pihaknya juga menggandeng masyarakat sekitar untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan resik-resik situs tersebut. Sehingga masyarakat dapat memiliki rasa "Handarbeni" terhadap situs tersebut sehingga situs dapat terlindungi.
âMasyarakat antusias dalam membersihkan situs-situs itu bersama kami. Artinya kepedulian mereka sudah sangat tinggi," jelasnya
Terkait dengan Juru Pelihara (Jupel), Taufik menjelaskan di situs-situs tersebut belum tersedia tenaga Jupel. Dirinya berencana akan menggilir Jupel yang ada di Mendut, Borobudur untuk satu minggu sekali menyambangi situs tersebut.
âKita memakai alat yang ada untuk membersihkannya. Tidak pakai cairan kimia atau apapun. Ya alat yang ada saja," ungkapnya.
Taufik berharap kegiatan resik-resik tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan supaya situs-situs tersebut dapat bersih dan terjaga. Menurutnya, kemungkinan besar akan terdapat rencana pengembangan kawasan, sehingga jika rencana itu terjadi masyarakat dapat mengambil manfaat dari situs tersebut.
âMasyarakat dapat memanfaatkan untuk daya tarik wisata, misalnya Situs Samberan itu, sehingga dapat menambah pundi-pundi ekonomi mereka. Dan sampai sekarang belum dimanfaatkan oleh masyarakat," harapnya.
Cuaca ekstrim yang sering mengakibatkan hujan lebat terjadi di wilayah Kabupaten Magelang menurut Taufik belum menimbulkan dampak yang signifikan terhadap keberadaan situs-situs tersebut.
âKalau hujan dan tanah longsor belum mengancam situs. Karena hampir semua situs berada di tempat yang aman. Kemungkinan hanya air saja yang masuk ke kawasan situs," terangnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar