Berawal Riset dari Rumah, Sulistyo Kembangkan Melon Premium Hidroponik

Dilihat 41 kali

BERITAMAGELANG.ID - Berawal dari belajar secara mandiri saat pandemi Covid-19, Akhmad Sulistyo kini mengembangkan budidaya melon premium berbasis hidroponik di Green House Almash Melon, Desa Jogonogoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Setelah dua tahun berjalan, usaha tersebut tak hanya menghasilkan buah bernilai jual tinggi, tetapi juga dikembangkan sebagai wisata edukasi pertanian modern.

Sulistyo mengaku mulai mempelajari pertanian ketika aktivitasnya di dunia proyek terhambat pandemi. Ia memanfaatkan ruang berukuran sekitar 2x3 meter di rumah untuk melakukan riset dan belajar budidaya tanaman.

"Saya dulu bekerja di proyek. Saat Covid-19, saya belajar di rumah. Sekitar dua tahun saya melakukan riset tentang pertanian. Saya ingin mengembangkan pertanian modern seperti di Jepang dan Thailand, sekaligus menarik minat anak muda untuk menjadi petani," katanya.

Dari proses belajar tersebut, Sulistyo kemudian memilih budidaya melon sebagai usaha yang dikembangkan. Ia membangun greenhouse berukuran 14x50 meter dengan kapasitas sekitar 1.500 tanaman.

Budidaya melon dilakukan menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). Sistem ini mengalirkan larutan nutrisi dalam lapisan tipis melalui saluran akar tanaman sehingga kebutuhan air dan nutrisi dapat disuplai secara teratur.

Saat ini, Green House Almash Melon membudidayakan dua varietas, yakni Sweet Lavender dan Hami. Keduanya dipilih karena memiliki tekstur renyah, berair, dan rasa manis yang diminati konsumen.

"Sebetulnya ada beberapa jenis melon yang bisa ditanam. Namun, sementara ini saya memilih dua varietas karena banyak permintaan untuk melon yang teksturnya crunchy," jelasnya.

Tidak sekadar mengejar kuantitas, Sulistyo juga memperhatikan kualitas buah. Tingkat kemanisan dan ukuran melon menjadi bagian dari seleksi hasil panen agar sesuai dengan segmen pasar premium.

Melon hasil budidayanya saat ini dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram. Harga tersebut naik Rp2.000 dibandingkan harga sebelumnya, seiring meningkatnya biaya pupuk, tenaga kerja, dan perawatan. Menurut Sulistyo, harga melon premium di sejumlah daerah bahkan mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Usaha tersebut telah berjalan sekitar dua tahun. Pada awalnya, Sulistyo menggunakan konstruksi bambu sebelum mengembangkan fasilitas budidayanya secara bertahap.

Kunjungan Bupati Magelang bersama Komisi DPRD Kabupaten Magelang ke kebun tersebut menjadi dorongan tersendiri baginya. Dalam kesempatan itu, ia mengaku mendapat pesan agar anak muda tidak malu menekuni profesi petani.

Sulistyo berharap budidaya melon hidroponik dapat menjadi contoh bahwa pertanian bisa dikembangkan dengan pendekatan modern, sekaligus membuka peluang usaha dan wisata edukasi bagi masyarakat.

"Harapannya, pertanian modern seperti ini bisa semakin berkembang di Kabupaten Magelang dan menarik lebih banyak anak muda untuk terjun ke dunia pertanian," harapnya.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji saat meninjau hasil panen melon tersebut bersama rombongan DPRD Komisi Il sangat mengapresiasi pertanian modern hidroponik melon ini. Ia berharap pertanian modern seperti ini bisa dikembangkan oleh anak-anak muda khususnya petani muda di Kabupaten Magelang.

Dalam hal ini, Grengseng terus mendorong agar pertanian bisa terus berkolaborasi dengan sektor lainnya seperti pariwisata. Ia menyebutkan pengelolaan pertanian melon ini akan memiliki nilai tambah ekonomi apabila bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata seperti eduwisata.

"Sambil berwisata nantinya para wisatawan bisa melihat langsung proses pengembangan melon unggulan ini. Itu bisa jadi paket wisata yang sangat menarik," ujarnya.

Pengembangan budidaya melon premium ini juga akan lebih dikembangkan kembali dengan bekerja sama dengan BUMDes setempat untuk menambah luas lahan pertanian.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, HM Hinsah Syahlany yang akrab dipanggil Gus Lany menilai konsep tersebut layak dikembangkan di berbagai wilayah. Menurutnya, perpaduan pertanian dan pariwisata dapat meningkatkan nilai ekonomis produk karena menawarkan pengalaman berbeda bagi konsumen.

"Kalau di kawasan Magelang bisa diperbanyak tempat-tempat seperti itu dan diintegrasikan dengan paket wisata, akan menjadi terobosan bagus bagi pertanian dan pendapatan masyarakat," katanya.

Guslany menyatakan Komisi II DPRD akan mendorong penguatan anggaran pertanian, termasuk kemungkinan dukungan pembangunan greenhouse bagi kelompok tani. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membahas pendampingan dan pengembangan model serupa.

Ke depan, greenhouse diharapkan tumbuh di lebih banyak titik dan terhubung dengan paket wisata, seperti tur VW maupun paket wisata kawasan Borobudur, sehingga manfaat ekonomi pertanian dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang