Tim Coktas KPU Temui Dua Veteran Usia Satu Abad, Saksi Hidup Perjalanan Pemilu

Dilihat 34 kali
Tim Coktas KPU saat menemui Mbah Sugeng, veteran berusia satu abad, di kediamannya Desa Treko Mungkid, Rabu (21/10/2026).

BERITAMAGELANG.ID - Usia Mbah Sugeng telah mencapai 101 tahun, namun secara fisik masih tampak bugar. Beliau masih mampu menjawab dengan jelas pertanyaan petugas KPU Kabupaten Magelang. Petugas KPU setempat datang untuk melakukan pencocokan terbatas (Coktas) data pemilih kategori pemilih di atas usia 100 tahun, di rumahnya yang beralamat di Desa Treko, Kecamatan Mungkid, Rabu (21/10/2026).

Tim Coktas KPU Kabupaten Magelang juga menemukan kondisi serupa pada Mbah Masrur, usia 100 tahun, warga desa Senden Mungkid. Setelah ditelisik, kedua lelaki sepuh berusia satu abad itu ternyata bukan sekadar pemilih berusia di atas satu abad. Mereka ternyata sahabat sesama anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang telah mengikuti pemilihan umum sejak 1955 hingga pemilihan kepala daerah pada 2024.

Di rumahnya, Mbah Sugeng menyambut kedatangan petugas KPU dengan ramah, terlihat lelaki sepuh itu masih dalam kondisi kesehatan yang relatif baik. Ia mengikuti seluruh proses pencocokan data dan menjawab pertanyaan tim Coktas.

"Alhamdulillah, kula taksih sehat, saged nampi rawuhipun bapak ibu saking KPU. Kula sampun ndherek Pemilu wiwit taun 1955 ngantos Pilkada 2024 (Saya masih sehat, saat menerima kunjungan KPU. Saya ikut Pemilu sejak 1955 sampai 2024)," tutur Mbah Sugeng.

Mbah Sugeng menggambarkan pengalamannya mengikuti perjalanan demokrasi Indonesia yang telah ia lalui selama puluhan tahun. Dari Pemilu 1955 hingga Pilkada 2024, ia menyaksikan secara langsung pergantian zaman sekaligus perubahan dalam penyelenggaraan pemilihan. Pengalaman panjangnya mengikuti Pemilu ini menjadi catatan menarik Tim Coktas KPU.

"Kula kaliyan Mbah Sugeng sampun dados kanca dangu, sami-sami wonten ing Legiun Veteran Republik Indonesia. Kula sampun ngalami Pemilu wiwit taun 1955 ngantos Pilkada 2024. Sampun dangu sanget, kathah owah-owahan ingkang kula alami (Saya dan bah Sugeng sudah berkawan lama, sama-sama LVRI. Sudah lama sekali dan banyak perubahan Pemilu yang saya alami)," cerita Mbah Masrur saat ditemui Tim Coktas KPU secara terpisah.

Siti Nurhayati, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Magelang sekaligus memimpin Tim Coktas mengatakan, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tidak cukup mengandalkan dokumen administrasi. Pengecekan langsung diperlukan untuk memastikan data yang dikelola penyelenggara pemilu tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi KPU, usia yang telah melewati satu abad menjadi alasan untuk dilakukan verifikasi secara langsung, bukan dasar untuk meragukan status seseorang sebagai pemilih. Petugas perlu memastikan kesesuaian identitas, keberadaan, serta status pemilih berdasarkan kondisi faktual dan ketentuan yang berlaku.

"Coktas ini kami lakukan untuk memastikan data pemilih sesuai dengan kondisi sebenarnya. Pemilih yang usianya sudah di atas 100 tahun perlu kami verifikasi secara langsung, sehingga statusnya jelas dan elemen datanya dapat dipastikan. Usia bukan alasan untuk menghilangkan hak pilih seseorang," kata Siti Nurhayati.

Anggota Bawaslu Kabupaten Magelang, Muhammad Hafidh, saat mendampingi Tim Coktas KPU, mengatakan pengawasan diperlukan untuk memastikan pencocokan data berlangsung sesuai prosedur. Verifikasi langsung, menurut dia, penting agar penentuan status pemilih tidak hanya didasarkan pada perkiraan atau informasi yang belum dikonfirmasi.

"Pemilih yang berusia di atas 100 tahun memang perlu dipastikan keberadaan dan statusnya melalui verifikasi faktual. Pengawasan ini penting agar proses pemutakhiran data dilakukan secara cermat, sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan pemilih yang memenuhi syarat maupun yang tidak memenuhi syarat," ujarnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

✨ Transformasi Mindset, Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas! Pemerintah Kabupaten Magelang terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan Transformasi Mindset dan Sharing Praktik Baik Pelayanan Publik, seluruh jajaran diajak untuk membangun pola pikir positif, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah. 🤝 Karena pelayanan terbaik lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat melayani dengan sepenuh hati. Bersama, wujudkan pelayanan publik yang cepat, ramah, tuntas, dan berkualitas demi Magelang yang semakin maju! #Magelang #KabupatenMagelang #PelayananPublik #TransformasiBirokrasi

♬ original sound kominfomagelang