BPBD Kabupaten Magelang Antisipasi Dampak Hujan Abu Vulkanik Merapi

Dilihat 2074 kali
Pembagian masker oleh BPBD Kabupaten Magelang pasca hujan abu vulkanik Merapi

BERITAMAGELANG.ID - Gunung Merapi kembali erupsi pada Senin (16/8/2021) pagi berupa awan panas guguran sejauh 3.500 meter ke barat daya yang berdampak hujan abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang.


"Dampaknya cukup parah, khususnya di bidang pertanian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono di Pos Pengamatan Babadan Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Senin (16/8/2021).


Luncuran awan panas terjauh selama fase erupsi ini berdampak terhadap hujan abu vulkanik di pemukiman lahan pertanian warga.


Menurut Edi, berdasar pemantauan sementara hujan abu lumayan tebal terlihat di Dusun Babadan 1 Desa Paten dan Desa Krinjing Kecamatan Dukun.


Untuk itu, lanjut Edi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan upaya antisipasi, agar tanaman warga dapat tertolong seperti cabai tembakau dan lainnya. Meski demikian hingga kini pihak BPBD belum dapat memastikan dampak kerugian terhadap pertanian, peternakan dan perikanan.


"Kita belum melangkah sejauh mana. Untuk peternakan dan perikanan belum bisa dihitung karena kondisi di lapangan masih seperti ini. Dampak dari pertanian ini pasti  tidak bisa panen. Hujan abu menempel, panas terus mati," jelas Edi.

 

Edi menyebut, berdasar data sementara ada 8 kecamatan dan 26 desa terdampak hujan abu vulkanik Merapi kali ini. Kondisi paling parah yakni Wonolelo, Krinjing Dukun, dan Sawangan.


Dari sisi kesehatan BPBD Kabupaten Magelang telah bergerak ke lokasi untuk membagikan masker.


"Hari ini kita drop masker sebanyak 6.000 untuk wilayah Dukun dan Sawangan," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang