BPBD Kabupaten Magelang Siagakan SDM dan Infrastruktur Jalur Evakuasi Merapi

Dilihat 2230 kali
Kendaraan operasional yang selalu standby di kantor BPBD Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Belajar dari peristiwa erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu yang telah menelan korban harta benda dan jiwa, BPBD Kabupaten Magelang mempersiapkan sumber daya manusia sebagai langkah antisipasi jika Gunung Merapi erupsi.


Selain sumber daya manusia, infrastruktur jalur-jalur evakuasi pengungsian juga turut disiapkan dengan matang.


"Selain itu bentuk-bentuk pelatihan masih terus kita lakukan dalam rangka mitigasi. Hal ini menjadi sangat penting," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, Rabu (8/12).


Edi menjelaskan saat ini pihaknya tengah mengupgrade Tempat Evakuasi Sementara maupun Tempat Evakuasi Akhir yang ada di Kabupaten Magelang mengingat yang perlu diwaspadai bukan hanya letusan Gunung Merapi, namun juga bahaya lahar hujan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.


"Kita tetap tidak menginginkan terjadi erupsi Gunung Merapi, namun jika memang terjadi, kami sudah mempersiapkan semaksimal mungkin dengan melibatkan dari unsur Forkompimda, Pemerintah Desa, LPBD, OPRB sesuai dengan kesiapan yang ada," lanjutnya.


Hal tersebut disampaikan Edi merupakan tanggung jawab bersama sehingga ia berharap terjalin sinergitas yang baik ketika melakukan penanganan, mitigasi penyelamatan manusia.


"Target harus menekan angka kematian atau korban. Tidak boleh sampai ada yang terluka maupun meningal dunia," ungkapnya.


Edi menjelaskan armada operasional, beserta logistik keperluan mitigasi bencana selalu standby untuk mengantisipasi peristiwa yang terjadi.


"Sekali lagi, kita berharap tidak terjadi erupsi Merapi, namun jika terjadi, kita harus siap," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.

♬ original sound - kominfomagelang