BERITAMAGELANG.ID - Forum Masyarakat Pelaku Wisata di kawasan Candi Borobudur menggelar acara seni budaya bertajuk Festival Bukit Menoreh. Acara yang digelar di Balkondes Majaksingi tersebut menampilkan beberapa pertunjukan seni seperti Band Akustik, Sulap, Sendratari Jataka dan Wayang Jembrung.
"Kegiatan ini difasilitasi oleh Disporapar Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan pelakunya adalah Forum Masyarakat Pelaku Wisata di Kawasan candi Borobudur," Kata Kirno Prasojo, Ketua Panitia.
Menurut Kirno, kegiatan tersebut dilakukan guna menghidupkan geliat pariwisata berbasis budaya lokal di sekitar Candi Borobudur, salah satunya adalah Bukit Menoreh. Karena menurutnya Bukit Menoreh mempunyai banyak kisah dan kegiatan seni tradisi yang masih terjaga hingga sekarang.
"Kegiatan ini juga dalam rangka memberikan wadah untuk pelestarian seni budaya dengan mengakomodir pelaku-pelaku seni di sekitar Bukit Menoreh," lanjutnya.
Walaupun acara tersebut baru pertama kali digelar, Kirno berharap Festival Bukit Menoreh dapat berlanjut karena akan dibuat event tahunan. Bahkan jika pandemi sudah usai, acara tersebut akan digelar dengan kapasitas lebih besar dan dijual kepada wisatawan yang menginap di Kawasan Borobudur.
"Harapannya pelaku seni sebagai bagian dari pariwisata akan dapat terangkat. Sehingga nanti pelaku wisata juga dapat mempromosikan seni budaya terutama tradisi yang berkembang dan masih terjaga di masyarakat Bukit Menoreh," kata Kirno yang juga Ketua Pesona Magelang.
Gunawan Andi Prihananta, Kabid Pemasaran dan Kelembagaan pada Disparpora Kabupaten Magelang mengatakan, dilihat dari kacamata pemasaran pariwisata, sudah selayaknya event seperti Festival Bukit Menoreh dapat masuk dalam calendar event di Kabupaten Magelang karena dapat mengangkat dan memunculkan potensi daerah sekitar.
"Menyongsong DSP (Destinasi Super Priorotas) Borobudur, kawasan Bukit Menoreh yang meliputi tiga kabupaten ke depan harus semakin bisa menguatkan sektor pariwisata melalui seni budaya dan kearifan lokal," pesan Andi.
Menurutnya, dengan sinergi yang baik oleh seluruh pihak tentunya akan dapat menumbuhkan potensi di kawasan Bukit Menoreh demi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata dan kebudayaan.
"Kegiatan-kegiatan seperti ini juga bisa kita jadikan sebagai alat untuk memberikan edukasi bahwa pelestarian, pengembangan budaya jika dikemas secara profesional akan menjadi suguhan yang menarik dan layak jual," lanjutnya.
@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar