Oleh : P. Budi Winarto, S.Pd*)
KURIKULUM Merdeka mengamanatkan bahwa proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanaannya seringkali kita tidak sadar, bahwa masih banyak kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta didik.
Apa yang diungkapkan tersebut dapat dilihat dalam proses pembelajaran di kelas yang pada umumnya lebih menekankan pada aspek kognitif sehingga kemampuan mental yang dipelajari sebagian besar berpusat pada pemahaman bahan pengetahuan, dan ingatan. Dalam situasi demikian, biasanya peserta didik dituntut untuk menerima apa-apa yang dianggap penting oleh guru dan menghafalnya. Guru pada umumnya kurang menyenangi suasana pembelajaran yang para peserta didiknya banyak bertanya mengenai hal-hal di luar konteks yang dibicarakannya. Dengan kondisi yang demikian, aktivitas dan kreativitas para peserta didik terhambat atau tidak dapat berkembang secara optimal. Banyak resep untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif yang dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajar secara optimal, sesuai dengan kemampuan setiap peserta didik.
Efektivitas pembelajaran di era kurikulum merdeka banyak bergantung kepada kesiapan dan cara belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri, baik yang dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Dalam hal ini, E. Mulyasa (2003) menekankan pentingnya upaya pengembangan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa di dalam proses pembelajaran.
Dengan mengutip pemikiran Gibbs, E. Muyasa (2003) mengemukakan hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, yaitu:
Sementara itu, Widada (1994) mengemukakan bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, guru dapat menggunakan pendekatan sebagai berikut.
Carolyn Edwards dan Kay Springate dalam artikelnya yang berjudul âThe Lion Comes out of the Stone: Helping Young Children Achieve Their Creative Potensialâ memberikan saran tentang upaya pengembangan kreativitas siswa, sebagai berikut.
Sesuai dengan yang diamanatkan kurikulum merdeka, untuk membangkitkan motivasi siswa dalam mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajar, menurut E. Mulyasa (2003) perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Apa yang dikemukakan tersebut nampaknya memang tidak mudah untuk dilakukan. Namun, paling tidak guru harus dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, yang mengarah pada situasi tersebut. Kendatipun demikian, kualitas pembelajaran sangat ditentukan oleh aktivitas dan kreativitas guru, di samping kompetensi-kompetensi profesionalnya. Semoga.
*)Penulis adalah guru SMP Pendowo Ngablak Kabupaten Magelang.
@kominfomagelang Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak, kawasan Candi Ngawen, Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (31/05/2026), dipenuhi harmoni budaya dan spiritualitas. Sebanyak 25 balon udara berwarna-warni menghiasi langit. Festival ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, spiritualitas, dan pariwisata. Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para duta besar, serta perwakilan Dirjen Bimas Buddha, menunjukkan daya tariknya yang semakin luas.
♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar